RABU , 21 NOVEMBER 2018

Nasib UIT Makassar Tinggal Menghitung Hari

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

Iskanto

Senin , 22 Oktober 2018 09:15
Nasib UIT Makassar Tinggal Menghitung Hari

Kampus Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar. foto:ist

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Nasib Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar, sisa menghitung hari. Pasalnya bila tak ada perbaikan hingga awal November 2018, maka dipastikan UIT Makassar akan ditutup.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah IX Sulawesi, Prof Dr Jasruddin, mengatakan masa pembinaan oleh Kemenristekdikti kepada UIT akan berakhir 8 November 2018 mendatang.

“Sanksi ini berlaku sejak 8 Mei. Bila tak ada perbaikan hingga awal November 2018, UIT Makassar terancam tidak aktif,” tegasnya.

Selama masa pembinaan, UIT harus memperbaiki beberapa catatan yang dianggap melanggar. Seperti harus segera mengakreditasi beberapa jurusan yang ada di UIT.

UIT juga harus melakukan revisi Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) Dikti dan membatalkan ijazah yang sudah diterbitkan bagi 992 mahasiswa yang tidak terdaftar di PDPT Dikti.

Selain itu, ada 1.830 mahasiswa yang tidak memenuhi syarat yang telah diwisuda pada tahun 2015-2016. Hingga kini masih terkatung-katung.

“Banyak masalah. Ada beberapa jurusan di UIT yang sampai sekarang belum terakreditasi. Ini juga harus diselesaikan,” tuturnya.

LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi selama sepekan (15 – 20 Oktober 2018), telah melakukan verifikasi dan validasi data mahasiswa Universitas Indonesia Timur (UIT) yang ada di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti) dengan data di masing-masing program studi di UIT.

Ditambahkannya, UIT juga harus menunjukkan komitmen yang baik untuk menyelenggarakan kegiatan akademik yang sesuai dengan seluruh Standar Nasional Pendidikan Tinggi, sebagaimana diatur dalam Permenristekdikti No 44 Tahun 2015 serta menyelesaikan kewajibannya untuk memenuhi hak hak dosen dan tenaga akademik.

“Keputusan Kemenristekdikti apakah menjatuhkan sanksi pencabutan izin bagi UIT atau tidak, sepenuhnya ditentukan oleh sejauh mana kesungguhan UIT dalam melakukan perbaikan-perbaikan sesuai rekomendasi Kemenristekdikti”, tegas Prof. Jasruddin.

Secara terpisah. Pihak Birokrasi Universitas Indonesia Timur (UIT) blak-blakan terkait kondisi yang terjadi selama ini. Itu menyusul setelah pernyataan Kepala LL Dikti Wilayah IX, yang menyebutkan sejumlah permasalahan di UIT sehingga muncul sanksi administrasi.

Humas UIT Zulkarnain Hamson membeberkan, pihaknya telah melakukan sejumlah usaha demi perbaikan kampus. Namun semua itu tidak mendapat respon yang baik dari lembaga pembinan Perguruan Tinggi Swasta tersebut.

“Kami kirim 4 mobil data untuk diverifikasi L2Dikti, namun justru disuruh bawa pulang. Anehnya lagi kami disebutkan memanipulasi. Sekali lagi pertanyaan kami, ada apa dengan Sespel L2Dikti wilayah IX,” ungkap Zulkarnain.

Bahkan kata Zulkarnain, pihaknya telah meminta sebanyak tiga kali agar pihak LLDikti menurunkan tim verifikasi ke UIT, namun juga tidak mendapat respon.

“Kami minta dibina dengan baik. Kenapa terus menerus mempublikasi ada kesalahan, tetapi 3 kali kami minta turunkan tim verifikasi tidak pernah dijawab,” sesal Zulkarnain Hamson.

Dijelaskan, pertama diminta tim verifikasi itu tanggal 27 Agustus 2018, kemudian lagi 27 September 2018, dan terakhir 17 Oktober 2018.

Lebih parahnya lagi, menurut dia, pihaknya telah meminta agar pangkalan Data UIT dibuka supaya bisa diakses demi perbaikan, juga tidak mendapat tanggapan dari LL Dikti.

“Kami minta agar dibantu pembukaan pangkalan data agar akses perbaikan bisa kami lakukan, tapi juga tidak digubris,” tandasnya. (*)


div>