SELASA , 23 OKTOBER 2018

Nazar Unik Dibalik Pembangunan Stadion Barombong

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Senin , 26 Februari 2018 12:30
Nazar Unik Dibalik Pembangunan Stadion Barombong

Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) , Muhlis Mallarangeng saat meninjau progres pembanguan Stadion Barombong beberapa waktu lalu. foto: ashar abdullah/rakyatsulsel.

PPK Enggan Potong Janggut Hingga Proyek Rampung

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sebagian orang meyakini, diperlukan sebuah nazar agar pekerjaan dapat selesai sesuai target. Hal itu pula yang diyakini Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Stadion Barombong, Muchlis Mallajareng.

Sejak ditunjuk menjadi PPK Stadion Barombong 2017 lalu, Muchlis pun bernazar dengan hal yang terbilang unik. Dirinya berjanji tidak akan memotong janggutnya sebelum proyek nasional ini rampung.

“Insya Allah tahun ini sudah rampung, ini nazar saya sejak awal,” ungkap Muchlis, Minggu (25/2).

Dan jika diperhatikan, janggut yang terdapat di dagu mantan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga ini tampak panjang dan putih. Hal itu cukup menandai konsistensinya dalam menjalankan tugas dan nazarnya.

“Ini sudah tugas saya, dan saya berasal dari perencanaan sehingga saya yakin bisa selesaikan,” paparnya.

Meski Stadion Barombong yang digadang bertaraf internasional ini selalu mendapatkan minim anggaran, baik dari pusat dan daerah, tapi tidak mengurungkan optimisme seorang Muchlis. “Optimis selalu dinda,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, berencana melakukan soft launching beberapa proyek pada akhir Maret nanti, termasuk Stadion Barombong. Soft launching ini juga pertanda bahwa akan berakhir pula kisah janggut panjang di dagu Muchlis.

“Nanti kita potong, karena ini sudah nazar saya,” lanjutnya dengan sedikit kelakar.
Sementara, Muchlis terlihat masih ragu akan memenuhi nazarnya untuk memotong janggutnya. Pasalnya, proyek ini juga mengalami molor terhadap pengerjaan atap.

Muchlis mengatakan, untuk tahapan jadwalnya saat ini seharusnya sudah memasuki masa lelang proyek pengerjaan atap. Namun, dirinya mengakui masih menemui kendala.

“Sampai saat ini belum ada, karena lelangnya juga belum selesai. Kita sementara proses pengkajian sama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk penganggarannya, karena ini tidak boleh salah,” jelas Muchlis.

Untuk proyek atap, pemerintah menghabiskan anggaran sebesar Rp 59 miliar. “Itu sudah termasuk pajaknya,” ujarnya.

Muchlis pun telah siap apabila Soft Launching dapat dilakukan sebelum April. Ia berdalih, semua anggaran dari 2017 hingga 2018 sudah disiapkan, sesuai perencanaan pembangunan.

“Kita siap saja, anggaran 2018 sudah diposisikan sesuai konsep pengerjaan stadion. Pengecoran sudah tidak ada lagi, sisa pembenahan fasilitas saja,” ungkapnya. (*)


div>