SENIN , 20 NOVEMBER 2017

Ndeso

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 12 Juli 2017 10:07
Ndeso

Ema Husaim Sofyan (Aktivis Perempuan)

Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ndeso berarti Kampungan, Ketinggalan zaman atau belum modern. Kata Ndeso menjadi viral setelah Video Blog Yotube (Vlog) Kaesang anak Presiden Joko Widodo dilaporkan oleh Muhammad Hidayat ke Polres Metro bekasi Kota, dengan tuduhan penodaan agama dan ujaran kebencian.

Viralnya kata ndeso di Media sosial akibat diliaporkannya anak Presiden RI. Padahal penggunaan kata ndeso jauh hari sudah dipopulerkan oleh pelawak Tukul Awan dalam setiap penampilannya di media elektronik. Hebohnya kata Ndeso tak lepas dari vlog yang dibuat oleh putra Presiden Jokowi.

Ndeso bisa ditafsirkan oleh siapa saja yang menggunakan kata tersebut. Ndeso berasal dari bahasa Jawa dia bisa negative dan dapat pula bermakna positif. Yang menjadi persoalan adalah ketika kata tersebut “dipolitisasi” untuk kepentingan tertentu. Jadi sudut pandanglah yang akan menetukan suatu kata itu bermakna positif dan negative.

Sepeti pelawak yang sering mengolok-ngolok dan “mengejek”, tapi hal tersebut dilakukan dalam rangka membuat tawa penonton menjadi meledak dan terkadang penonton yang “diejek” santai saja dan tidak merasa tersinggung sebab hal tersebut sudah diketahui sebagai pemancing tawa semata.

Setelah kata ndeso sudah sering diviralkan oleh Tukul Arwana dan sipergunakan masyarakat dalam pergaulan sehari-hari, ndeso menjadi sebuah kata yang umum dan dianggap bahasa gaul.

Nampaknya aroma Pilkada DKI masih tercium pada kasus Ndeso, dan akan terus berlanjut pada pesta demokrasi berupa Pilpres. Suka atau tidak suka menurunya tensi Pilkada DKI hanya sesaat, menjelang tahun politik 2018 perang di Medsos sudah mulai terlihat.

Perseteruan KPK dan DPR juga semakin membuat suasana gaduh, dalam konteks memperebutkan RI 01 perseteruan KPK dan DPR tidaklah dapat dikategorikan sebagai rivalitas Jokowi dan Prabowo, sebab pendukung hak angket juga diisi oleh Partai penyokong pemerintahan Jokowi. Malahan Partai yang oposan pada pemerintah tidak turut serta dalam pansus hak angket.

Kita semua adalah ndeso, sebab kita adalah anak-anak yang dilahirkan dari sebuah desa, entah itu desa besar seperti Jakarta, Bandung dan Makassar maupun desa kecil yang jumlahnya ribuan di negeri ini. (*)


Tag
  • ema vox
  •  
    div>