RABU , 15 AGUSTUS 2018

NENE’ MALLOMO & DOLLAH MANDO

Reporter:

M. Saleh Mude

Editor:

Nunu

Senin , 06 Agustus 2018 12:00
NENE’  MALLOMO & DOLLAH MANDO

INT

SIDRAP, RAKYATSULSEL.COM – Dua kutipan kalimat di atas adalah penggalan ucapan dan nasihat La Pagala alias La Makkarau atau lebih populer disebut Nene’ Mallomo. Seorang cerdik pandai atau panritayang terekam dalam sejarah Sidrap yang disebut pabbicarae atau penasihat raja tempo dulu, mungkin sekarang lebih cocok disebut, sekarang staf ahli bupati atau gubernur.

Sejarah hidup Nene’ Mallomo belum banyak diungkap oleh  sejarahwan. Tapi kuat dugaan La Pala hidup sekitar abad ke XVI Masehi era Pemerintahan La Patiroi Addatuang Sidenreng. Kuburan Nene’ Mallomo diduga ada di Allakuang Kecamatan MaritengngaE dan diperkirakan wafat tahun 1654. Tugas utama Nene’ Mallomo adalah memberi nasihat,pertimbangan-pertimbangan hukum,dan adat (ade’) kepada raja Sidrapketika itu tanpa bias dan interestpribadi. Dia adalah figur yang memiliki integritas dan taat beragama. Nene’ Mallomo malegenda sebagai penegak hukum yang adil. Anaknya pun dihukum ketika terbukti mencuri.

Pilkada di Sidrap pun telah usai, 27 Juni 2018. Ir. Dollah Mando dan Mahmud Yusuf telah ditetapkan oleh KPU Sidrap sebagai pemenang.Keduanya akan mewarisi kepemimpinan Rusdi Masse dan Dollah Mando. Banyak harapan di pundak pasangan DOA-mu, mulai merekatkan kembali tali silaturrahim (assumpulolongneng)  akibat pilkada hingga memilih sekretaris daerah dan kepala-kepala dinas yang handal, bukan kadis yang asal bapak senang (ABS), agar janji-janji kampanye pasangan DOA-mu mudah diwujudkan.

Sidrap ke depan kembali menjadi lumbung pada (lappo ase), tidak ada lagi narkoba, tidak ada tipu-tipu telepon, dan berbagai jenis kriminal yang selama ini meresahkan masyarakat Sidrap dan sekitarnya. Poleni tau ritajengnge… Telah terpilihpemimpin baru. Pasangan yang didampingi oleh sekda dan kadis-kadis yang berintegritas, seperti Nene’ Mallomo. Tanah Abang, Senin, 6 Agustus 2018.


div>