SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

Nenek Berusia 106 Tahun, Sejak Jaman Belanda Setia Berjualan

Reporter:

Editor:

dedi

Minggu , 02 April 2017 10:29
Nenek Berusia 106 Tahun, Sejak Jaman Belanda Setia Berjualan

int

RAKYATSULSEL.COM – Usianya tak lagi muda. Tubuhnya renta, namun semangatnya terus membara. Itulah gambaran dari wanita tua bernama Masniah. Setiap hari tanpa letih, memantapkan diri untuk sebisa hati ikhlas bekerja demi sesuap nasi.

Di usianya yang minginjak 106 tahun, dirinya masih sanggup mencari rezeki lewat berjualan makan khas Cirebon, yakni nasi lengko di sekitar Jl Tentara Pelajar Kota Cirebon.

Dengan berbekal kemauan dan kegigihan, Masinah mulai membuka lapaknya sekitar pukul 9 pagi. Jika waktu menunjukan pukul 3 sore, itu waktu di mana Masinah harus menutup lapaknya.

Saat berjualan Masinah tidak sendirian, tepat disebelah lapaknya, sang suami tercinta, Karduyun juga ikut berikhtiar dalam mencari rezeki, dengan membuka jasa pangkas rabut.

Namun sayangnya, pasang sumai istri itu tidak dikarunia seorang anak. Masinah mengungkapan, sungkan dirinya untuk menerima bantuan orang lain, selagi dirinya masih dapat berusaha sendiri.

Apalagi harus meminta-minta, hal tersebut merupakan sebuah pantangan bagi dirinya. “Di dalam agama Islam kan diajarkan untuk enggak boleh minta-minta, selagi masih bisa usaha,” ungkap Masinah sembari melayani pelanggannya.

Masinah menceritkan, sejak zaman penjajahan Belanda, tepatnya diusia 15 tahun, dirinya sudah berjulan makanan. Di mana, waktu itu dirinya berjualan gorengan.

“Waktu itu, banyak juga orang Belanda yang beli gorengan saya,” kata Masinah sambil tersenyum, seakan memarekan gusi yang kini tak lagi bergigi.

Kemudian, lanjut Masinah, dalam sehari dirinya bisa mengantongi paling banyak Rp 50 ribu dari berjualan nasi lengko. Satu porsi nasi longko dijual dengan harga Rp5 ribu. Namun tak jarang, setelah selsai berjualan nasi lengko, dirinya beralih berjualan pisang goreng dan rujak pecel ke salah satu salon di Jl Cangkring.

Hal itu dilakukan semata-mata untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. “Ya semoga, saya dan suami selalu diberikan kesehatan. Supaya, bisa terus mencari rezeki lewat berjualan makanan,” lirih Masinah. (fazri/yuz/JPG)


div>