SENIN , 20 AGUSTUS 2018

New Balaikota Butuh Duit Rp 1 Triliun

Reporter:

Armansyah

Editor:

Lukman

Senin , 13 Agustus 2018 13:20
New Balaikota Butuh Duit Rp 1 Triliun

Balaikota Makassar

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Proyek pembangunan New Balaikota yang terletak di Center Point of Indonesia (CPI) diperkirakan akan menghabiskan anggaran sekira Rp1 triliun.

Kini pematangan desain dan maket terus di genjot sebelum dirilis sebagai kado untuk rakyat pada tanggal 17 Agustus 2018 mendatang.

Anggota tim pemenang sayembara New Balaikota, Muh Rizal mengatakan, anggaran yang dibutuhkan pembangunan New Balaikota awalnya mencapai Rp 880 miliar.

“Tapi inikan kita terus perbaiki dan menyamakan keinginan pemkot yakni Pak Wali. Awalnya itu anggarannya Rp 880 miliar tapi ada perubahan karena akan diikutkan LRT, mungkin kita butuh sekitar Rp1 triliun,” ungkap Rizal, Minggu (12/8).

Kata Rizal, pematangan konsep New Balaikota sementara dilakukan lantaran Pemkot Makassar menginginkan penambahan fasilitas yang akan disatukan dengan proyek Light Rail Transit (LRT) yakni program kereta api cepat dalam kota.

“Jadi dibawah gedung New Balaikota akan ada stasiun city hall, stasiun tersebut jadi akses yang akan dilewati masyarakat. Tujuannya agar masyarakat tahu letak kantor New Balaikota,” ucapnya.

“Gedung ini juga akan jadi kantor DPRD, kemudian gerbangnya gerbang masa depan. Konsepnya (New Balaikota) masih terkait filosofi Pa’raga,” tambahnya.

Sementara, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Danny Pomanto mengatakan, pematangan konsep tengah diproses oleh tim pemenang sayembara New Balaikota. Setelah dinyatakan rampung, rencananya akan di launching sebagai kado untuk rakyat di tanggal 17 Agustus. “Masih dikembangkan, tapi Insya Allah kita akan kenalkan di tanggal 17 agustus,” cetusnya.

Menurut Danny, konsep New Balaikota akan ditambahkan fasilitas stasiun yang akan diberi nama station city of hall. Jadi LRT akan melewati gedung New Balaikota yang akan dihubungkan untuk wilayah barat-timur.

“Sebenarnya kita hubungkan utara-selatan dan barat-timur tapi kita fokuskan dulu dibagian barat-timur karena saya lihat transportasi lemah disitu,” ucapnya.

Lanjut Danny, rencana sumber dana pembangunan New Balaikota berasal dari pihak swasta, pasalnya wali kota berlatar belakang arsitek tersebut tidak ingin membebani APBD atau APBN.

“Jangan membebani APBD/APBN, begini kita diserahkan sekitar 3,3 Ha oleh Ciputra, harga per meter itu paling mahal di CPI yakni Rp 50 juta per meter, artinya kita dapat fasum dan jadi aset sekitar Rp 16 triliun dari Ciputra,” katanya.

“Nah kalau kita sertifikatkan lahan 3,3 Ha tersebut kita bisa bangun gedung dan bisa jadi jaminan yang namanya obligasi daerah, kita bangun dua, satu diambil (swasta) kita dapat satu kembali jaminannya ke kita, 30 tahun kemudian bangunan kembali ke kita lagi, memang ada hotel dan lain tapi satu bentuk (New Balaikota),” tambahnya.

Danny menambahkan, Pemkot Makassar kini mengajukan usulan ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Namun jika skema pensertifikasian aset 3,3 Ha yang bernilai Rp 16 triliun berjalan maka usulan di Bappenas tidak digunakan.

Artinya, anggaran yang digunakan untuk membangun New Balaikota berasal dari skema pensertifikasian aset yang diserahkan oleh Ciputra ke Pemerintah Kota Makassar.

Diketahui, konsep Gedung New Balaikota akan mengikuti filosofi pa’raga dengan menggunakan gerbang masa depan. Pembangunan gedung setinggi 220 meter ini akan ditambah fasilitas taman dan bukit agar masyarakat bisa masuk dan beraktivitas diluar aktivitas kantor. (*)


div>