SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

NH Bersiap Deklarasi – IYL Permantap Independen

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Sabtu , 08 April 2017 12:56
NH Bersiap Deklarasi – IYL Permantap Independen

int

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar Sulsel, Nurdin Halid bakal menjadi kandidat pertama yang mendapatkan legalitas usungan partai di Pilgub Sulsel.

Ketua Harian DPD Golkar Sulsel HM Roem menegaskan bahwa Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar telah menandatangani SK usungan Nurdin Halid sebagai Calon Gubernur Sulsel. Menurutnya, SK tersebut akan diberikan langsung oleh Sekretaris Jendral (Sekjen) Golkar, Idrus Marham kepada Nurdin Halid, Minggu (9/4) besok, di Hotel Aryaduta Makassar. “Inysa Allah, SK nya akan diserahkan Minggu ini (besok),” ujarnya, Jumat (7/4).

HM Roem menambahkan bahwa dari seluruh daerah yang akan menggelar Pilkada Serentak 2018 mendatang, baru Provinsi Sulsel yang telah dirampungkan mekanisme pencalonan gubernurnya. “Rekomendasi usungan Pilgub untuk seluruh Indonesia baru Sulsel yang sudah rampung. Kalau untuk daerah lainnya mungkin belum ada,” katanya.

Bakal terbitnya SK usungan Golkar kepada Nurdin Halid, semakin menegaskan bahwa Golkar menutup ruang kepada figur lainnya untuk mengendarai beringin di Pilgub. Bahkan Nurdin Halid menjadi satu-satunya Calon Tunggal yang ditetapkan Golkar, selama pelaksanaan Pilgub melalui pemilihan langsung digelar. “Se Indonesia, baru Sulsel yang keluar rekomendasinya dari DPP. Mungkin karena seluruh DPD II sepakat mendorong satu nama (Nurdin Halid),” tukas Roem.

Terkait pasangan NH di Pilgub, HM Roem menuturkan bahwa hal tersebut baru akan diputuskan pada Juni mendatang sesuai instruksi DPP. “Saat ini, belum ada yang pasti, sejauh ini masih proses dan itu akan di tentukan DPP,” katanya.

Ketua DPRD Sulsel ini mengatakan, sesuai petunjuk pelaksanaan (Juklak) pilkada di Partai Golkar, calon wakil kepala daerah termasuk calon wakil gubernur ditetapkan setelah diputuskan calon gubernurnya. “Itu pun merujuk hasil survei calon gubernur (Cagub),” pungkasnya.

[NEXT-RASUL]

Setelah mengantongi rekomendasi usungan nantinya, Nurdin Halid dijadwalkan akan melakukan deklarasi pencalonannya di Pilgub, yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Sudiang, Minggu 29 April mendatang.

Ketua Panitia Deklarasi NH, Farouk M Betta menuturkan saat ini pihaknya tengah melakukan berbagai persiapan untuk menyukseskan pelaksanaan deklarasi NH maju Pilgub. Bahkan pihaknya menargetkan sedikitnya 10 ribu masyarakat dan simpatisan akan memadati areal deklarasi. “untuk jadwal deklarasi (Nurdin Halid) rencananya di GOR Sudiang, 29 April nanti. Pantia pelaksana menargetkan acara deklarasi akan dihadiri 10.000 orang,” terangnya.

Ketua Golkar Makassar ini menambahkan, alasan dipilihnya GOR sebagai areal deklarasi, didasarkan pada kapasitas lokasi tersebut yang mampu menampung puluhan ribu massa. Selain itu, lokasi GOR Sudiang juga dinilai strategis. “Jadi GOR itu akan jadi saksi, saat pak Nurdin Deklarasi. Saat ini panitia telah merampungkan perizinan dan lain-lain. Mudah-mudahan bisa terlaksana sesuai yang kita harapkan,” harapnya.

Meski demikian, Aru, panggilan akrab Farouk M Betta masih enggan mengungkapkan konsep deklarasi, termasuk soal tagline politik yang akan disematkan NH. “Semua masih digodok. Deklarasi ini juga belum deklarasi pasangan. Baru semacam awal dari sebuah perjuangan,” kata Aru.

Begitupun dengan parpol apa saja yang bakal diundang menghadiri deklarasi NH. Menurutnya sejauh ini komunikasi lintas parpol yang intensif dibangun Golkar masih sangat cair. “Tentunya kita berharap bahwa partai lain juga bisa bergabung, tapi belum ada komunikasi yang bersifat final, nantilah ada waktunya,” tukasnya.

Diketahui sejauh ini Golkar intensif membangun komunikasi dengan sejumlah parpol dalam rangka menjajaki koalisi di Pilgub Sulsel 2018, diantaranya PPP, PKS, dan Demokrat.

Sementara mantan Bupati Gowa dua periode, Ichsan Yasin Limpo yang dinilai bakal menjadi lawan kompetitif NH di Pilgub, semakin mantap melaju melalui jalur independen. Meskipun tidak menutup peluang untuk bisa maju melalui jalur parpol.

[NEXT-RASUL]

Bahkan, dukungan kepada bakal calon (balon) Gubenur Sulsel, Ichsan Yasin Limpo (IYL) untuk maju melalui jalur independen pada Pilgub Sulsel tahun 2018 mendatang semakin membludak.

Juru bicara IYL, Riski Vatmala Passalo mengatakan, sejak IYL menyatakan maju lewat jalur independen, para relawan terus melakukan pengumpulan KTP. “Fotocopy KTP sudah mencapai 1 juta untuk mendukung pak IYL maju melalui jalur independen,” ujar Fatmala.

Menurutnya, salah satu syarat maju lewat jalur independen adalah harus memenuhi 1 juta fotocopy KTP dilengkapi bukti otentik seperti alamat. “Tim sudah maksimal bekerja, hasil juga sudah sesuai yang diharapkan,” terangnya.

Pakar Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Prianto mengakui jalur parpol dan independen memiliki kelebihan dan kekurangan. Hal tersebut kata dia bisa memberikan keuntungan tersendiri.

“Jalur independen, bisa diandalkan relawan dan partai pendukung. Sedangkan jalur parpol misalnya, kelebihannya dari infrastruktur organisasi yang sudah terbentuk di daerah,” ujarnya.

Menurutnya, keuntungan jalur parpol dimana tim parpol juga sudah berpengalaman dalam kontestasi elektoral. Meskipun demikian, kata dia, tidak ada jaminan mesin partai bisa langsung optimal bekerja. Tergantung konsolidasi dan soliditas internal parpol yang bersangkutan.

[NEXT-RASUL]

Lebih jauh ia mengatakan, parpol yang berkoalisi sering menimbulkan kecemburuan sosial antar sesama dalam mengambil peran dan keputusan.

“Jika ditelisik, biasanya parpol yang berkoalisi besar, sering kesulitan membagi peran dan tanggung jawab dalam tim pemenangan,” tuturnya.

Untuk jalur independen, Ketua Jurusan Ilmu Pemerintahan Unismuh Makassar ini menjelaskan, masih harus membangun tim pemenangan yang bekerja untuk tujuan politik.

“Maka butuh penguasaan tetorial (proporsi dan sebaran) dukungan yang merata, sehingga pembiayaan bisa menjadi lebih besar,” katanya.

Meski demikian, jalur independen juga memiliki keuntungan, yaitu jika berhasil membangun tim yang terkonsolidasi dengan baik, maka tim pemenangan bisa lebih efektif pergerakannya dan tidak kesulitan membagi peran serta tanggung jawab. “Inilah keuntungan jalur independen,” terangnya.

Terkait, jalur yang dipilih IYL, Luhur menjelaskan, selama ini mantan Bendahara Umum DPD Golkar Sulsel tersebut bisa memelihara hubungan baik dengan parpol. Selain itu lanjut dia, banyak prestasi yang ditorehkan mantan Bupati Gowa itu.

“Pak IYL banyak prestasi saat jabat bupati di Gowa. Ini bisa jadi modal dilirik masyarakat. Figur ini juga berpengalaman memadukan dukungan independen dan parpol, bisa berjalan bersama. Punya juga pengalaman merebut dukungan parpol hingga di menit-menit terakhir,” jelasnya.

[NEXT-RASUL]

Sementara itu, Direktur Lembaga Konsultan Politik Nurani Strategic Nurmal Idrus menilai peluang Ichsan Yasin Limpo (IYL) memenangkan pertarungan di Pilgub Sulsel yang akan digelar pada 2018 mendatang.

“Itu disebabkan karena IYL akan maju lewat jalur independen atau perseorangan dan bisa saja ditopang oleh parpol seperti PAN dan jika memungkinkan parpol lain,” tuturnya.

Oleh sebab itu, ia menyarankan jika IYL ingin menggandeng parpol lain maka memanfaatkan waktu saat ini untuk menjalin komunikasi politik dengan parpol lain yang masih masih menunggu figur.

“Tentu saja, IYL punya hitungan sendiri dengan maju sebagai perseorangan meski kans untuk menang lebih besar lewat jalur parpol,” kata  Nurmal. (E)


Tag
  • IYL sulsel
  •  
  • NH
  •  
    div>