SELASA , 18 SEPTEMBER 2018

NH Bertekad Jadikan PSM Simpul Nasionalisme

Reporter:

Fahrullah

Editor:

asharabdullah

Selasa , 22 Mei 2018 10:45
NH Bertekad Jadikan PSM Simpul Nasionalisme

Nurdin Halid (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Hari Kebangkitan Nasional memiliki makna tersendiri bagi calon gubernur Sulsel nomor urut 1, Nurdin Halid. Pasangan Aziz Qahhar Mudzakkar ini turut merefleksi peringatan yang digelar setiap tanggal 20 Mei tersebut.

Ia mengatakan peringatan Hari Kebangkitan Nasional sebagai momentum memperteguh rasa nasionalisme. Untuk itu, dirinya berkomitmen untuk menjaga nasionalisme tetap terpatri dalam kehidupan bermasyarakat di Sulsel apabila terpilih menjadi gubernur kelak.

Bahkan, NH bertekad menjadikan PSM sebagai simpul nasionalisme di Sulsel. Caranya, kata dia, mengembalikan kejayaan PSM Makassar melalui prestasi di level nasional maupun Asia. Kedua, membangun stadion bertaraf internasional sebagai home-base Tim Juku Eja.

“Nasionalisme Indonenesia yang pluralistik adalah jati diri bangsa Indonesia. Kami akan jadikan PSM Makassar sebagai salah satu simpul memperteguh nasionalisme itu,” kata NH, Senin (21/5) kemarin.

Mantan manajer PSM Makassar itu mengatakan punya jurus utama menjadikan PSM sebagai simpul nasionalisme. Di antaranya, kata dia, merekrut pemain lokal dan pemain asing berkualitas tinggi dari berbagai daerah dan suku di Indonesia maupun dari mancanegara.

“Roh sepakbola dunia adalah kesetaraan tanpa rasis. Tim Juku Eja musim 2000/2001 berwarna-warni. Tim dibangun dari pemain yang berasal dari berbagai suku, ras, dan agama. Dan, seluruh masyarakat Sulsel bangga menyambut mahkota itu dan seluruh pemain dieluk-elukkan sebagai pahlawan. Tidak ada diskriminasi di sana,” jelasnya.

Hasilnya, kata dia, PSM kala itu mampu merengkuh juara setelah melibas PKT Bontang 3-2 di laga final di Stadion Utama Senayan. Bukan hanya menjadi jawara nasional, PSM juga menjadi ‘jawara’ ASEAN stelah menekuk dua wakil ASEAN di Piala Champions Asia. Berkat prestasi itu, Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) menunjuk Makassar sebagai tuan rumah babak 8 besar Piala Champions Asia.

“Tidak sedikit yang protes atas terobosan saya merekrut pemain lokal non-Sulsel maupun pemain asing. Tapi, fokus saya saat itu ialah merekrut pemain berkualitas untuk meraih prestasi membanggakan. Ingat bahwa sepakbola tidak mengenal sekat-sekat suku, ras, agama, dan budaya. Prestasi itu toh akhirnya membanggakan seluruh masyarakat Sulsel,” pungkasnya. (*)


div>