RABU , 15 AGUSTUS 2018

NH Minta Roem Mundur Dari Golkar

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

Lukman

Senin , 13 Agustus 2018 11:00
NH Minta Roem Mundur Dari Golkar

Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Ketua DPD Golkar Sulsel, Nurdin Halid (NH) meminta kepada M Roem untuk segera memundurkan diri jabatannya sebagai Ketua Harian Golkar Sulsel.

Alasannya, Roem yang saat ini masih menjabat sebagai Ketua DPRD Sulsel akan maju sebagai calon anggota DPD RI pada Pemilu 2019 mendatang. Apa lagi, Mahkamah Konstitusi (MK) melarang pengurus partai politik maju sebagai calon senator.

NH secara tegas mempersilahkan Roem mundur sebagai Ketua Harian DPD Golkar Sulsel, demi meloloskan diri maju sebagai calon DPD RI nanti. “Kami persilahkan pak Roem untuk mundur, lagian posisi ketua harian tidak begitu strategis,” kata Nurdin Halid.

Mantan calon Gubernur Sulsel ini mengaku, meski ditinggal pergi Ketua Harian Golkar, itu merupakan hal biasa, meskipun diakuinya putusan MK yang meminta calon anggota DPD mundur dari jabatan partai politik, belum tertuang dalam PKPU.

“Putusan MK tidak bisa berlaku otomatis tanpa di eksekusi oleh KPU berdasarkan PKPU. Sekarang kan putusan MK belum terakomodir dalam PKPU, yang mengatur pengurus parpol harus mundur jika maju sebagai balon DPD,” tambahnya.

Nurdin Halid juga merestui Roem untuk maju bertarung di DPD RI pada Pemilu 2019 mendatang. “Kami tetap restui. Insya Allah pak Roem akan maju di DPD,” tuturnya.

Nurdin Halid menambahkan jika Roem mundur, pihaknya belum berpikir mencari kader pengganti. Sebab tidak lama lagi Golkar Sulsel akan menggelar Musda nanti.
Ia menegaksan, meski ditinggal ketua harian tidak menjadi soal bagi Partai Golkar. Ia menilai posisi ketua harian itu berdasarkan kebutuhan organisasi sehingga ada tidaknya ketua harian itu berdasarkan kebutuhan organisasi.

“Ketua harian kan berdasarkan kebutuhan organisasi, apa lagi Golkar Sulsel 8 bulan kedepan akan menggelar Musda, sehingga tidak soal jika pak Roem mundur dari jabatannya,” ungkap NH.

Roem sendiri menjelaskan, dirinya belum terburu-buru untuk menyatakan mundur secara resmi dari kepengurusan DPD Partai Golkar Sulsel. “Sudah diizinkan, dan tidak ada masalah soal posisi ketua harian. Hasil pertemuan, semua kembali ke saya,” kata Roem.

Roem menegaskan hingga saat ini belum ada Juklak dari KPU soal pengurus partai yang maju DPD RI. “KPU juga tidak memaksa karena belum ada Juklak. Tapi kalau maju sebagai calon harus masukkan (pengunduran diri sebagai pengurus) sebelum penetapan,” pungkas Roem. (*)


div>