SENIN , 19 NOVEMBER 2018

NH Tak Direkeng

Reporter:

Fahrullah

Editor:

Iskanto

Selasa , 25 September 2018 07:50
NH Tak Direkeng

Nurdin Halid. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Ketua DPD Golkar Sulsel, Nurdin Halid (NH) tak masuk dalam komposisi tim kampanye pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Sulsel.

Mantan calon Gubernur Sulsel itu menjadi satu-satunya ketua partai politik pendukung Jokowi-Ma’ruf yang tak masuk dalam struktur pemenangan. Kabarnya, Golkar Sulsel yang tak mendorong Nurdin Halid diwakili oleh Ketua Bappilu, Kadir Halid.

Padahal, ketua partai pengusung Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin masuk semua. Di antaranya Ketua PDIP Sulsel Andi Ridwan Wittiri di jabatan Wakil Ketua.

Selain itu, ada Ketua Partai NasDem Sulsel Rusdi Masse, Ketua PPP Sulsel M Aras, Ketua Partai Hanura Andi Ilhamsyah Mattalatta, Ketua PKPI Sulsel Suzanna Kaharuddin, Ketua Partai Perindo Sanusi Ramadhan, dan Ketua PSI Fadhli Noor.

Kadir Halid yang dikonfirmasi mengaku belum mengetahui komposisi tim pemenang Jokowi-Ma’ruf di Sulsel. “Belum ada informasi, saya belum lihat SK-nya,” kata Kadir saat ditemui di DPRD Sulsel, Senin (24/9).

Meski belum melihat SK tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf, Kadir Halid tetap menerima itu mengingat dirinya sebagai kader Golkar yang wajib memenangkan usungannya di Sulsel. “Kalau itu penugasan kita harus terima,” sebutnya.

Sementara tidak masukkannya nama NH sebagai tim pemenangan, Ketua Komisi E DPRD Sulsel beralasan jika NH adalah pengurus DPP. “Memang tidak dimasukan, kan dia (NH) Wakil Ketua Korbid Pratama di DPP,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya tetap yakin Partai Golkar tetap solid memenangkan Jokowi untuk periode kedua. Sekadar diketahui, nama NH juga tidalk ada dalam tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf di pusat.

Terpisah, Ketua Dewan Mursyid (Dewan Guru) Jamiyah Khalwatiyah, Syekh Yusuf Al Makassary Anregurutta Haji (AGH) As-Syekh Sayyid Habib A Rahim Assegaf Puang Makka menolak namanya dimasukkan dalam stuktur penasehat partai pengusung pasangan Jokowi-Ma’ruf di Makassar.

Eks Legislator DPRD Kota Makassar ini menegaskan, tidak ingin masuk sebagai tim pemenangan semua calon presiden, baik itu Jokowi-Ma’ruf maupun Probowo-Sandiaga Uno.

“Perlu saya tegaskan. Bahwa saya tidak bisa masuk pada salah satu kandidat calon presiden menjadi tim pemenangannya,” tegasnya.

Alasan, kata dia, saat ini dirinya mengembang amanah keummaatan yang tidak bisa dicampuradukkan dengan urusan politik. “Saya tidak bisa terlibat dalam urusan politik, mengingat saya sebagai Ketua Dewan Mursyid (Dewan Guru) Jamiyah Khalwatiyah Syekh Yusuf Al Makassary,” sebutnya.

“Saya harus nertral sebagai Mursyid (Dewan Guru). Saya hanya bisa berdoa kepada Allah SWT semoga diberikan pemimpin yang terbaik untuk bangsa,” tuturnya.

Ia menegaskan tidak akan membeda-bedakan pasangan Jokowi-Ma’ruf maupun Probowo-Sandiaga Uno. Ia juga memberikan kebebasan kepada seluruh jamaah Jamiyah Khalwatiyah Syekh Yusuf Al Makassary dalam menentukan pilihan. (*)


div>