MINGGU , 23 SEPTEMBER 2018

NH Tuntut Totalitas Kader Menangkan Pilkada Serentak

Reporter:

Fahrullah - Suryadi

Editor:

asharabdullah

Selasa , 19 Desember 2017 11:06
NH Tuntut Totalitas Kader Menangkan Pilkada Serentak

Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Ketua Harian DPP Golkar, Nurdin Halid (NH), menginstruksikan seluruh kader bergerak massif dan militan guna memenangkan usungan partai pada Pilkada Serentak 2018. Ia menegaskan, tidak ada ruang untuk bersantai, mengingat tahapan pilkada telah berlangsung. Totalitas kader Golkar merupakan harga mati untuk memastikan usungan partai berlambang beringin tampil sebagai pemenang.

“Kader dan seluruh instrumen partai harus bergerak. Tidak ada lagi waktu untuk berleha-leha, apalagi berdebat karena perbedaan,” kata NH, Senin (18/12) kemarin.

NH melanjutkan, keputusan Golkar dalam mengusung kandidat mesti direspon kader dengan dukungan dan upaya nyata pemenangan. Sebagai kader yang baik, tidak ada alasan untuk mengkhianati putusan partai. Terlebih, Golkar merupakan partai besar yang memiliki mekanisme dan aturan yang tegas dan jelas.

“Alhamdullilah, Golkar senantiasa solid dan itu harus dijaga. Begitu partai sudah memutuskan, maka seluruh kader harus loyal dan taat azas. Tidak boleh lagi ada perbedaan,” tegasnya.

Pimpinan Golkar, tegas NH, tidak akan ragu melakukan revitalisasi kepengurusan bila melihat ada gelagat kader yang tidak taat azas. Seluruh kader dan pengurus partai harus senantiasa menjaga soliditas. “Golkar ini partai besar dan kita semua yang tergabung merupakan keluarga. Kalau ada perbedaan, ya mari bicarakan baik-baik,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua Bappilu Sulsel, Kadir Halid, menegaskan, instruksi dari Ketua Harian DPP Golkar jelas perintah partai yang harus dijalankan, dan dipatuhi oleh kader internal Golkar. “Ini perintah partai, melalui ketua harian. Kader Golkar wajib menjalankan,” imbuhnya.

Saat disinggung berapa kader internal yang berbeda pendapat, Anggota DPRD Sulsel ini meyakini bahwa kader partai beringin tak mungkin berpaling dari usungan Golkar. Menurutnya, beberapa figur yang santer disebut membelot dari kandidat usungan Golkar, dipastikan akan mendukung dan memenangkan jagoan Golkar di Pilkada Serentak 2018 mendatang.

“Sekarang ada yang mau kader internal jadi kandidat atau wakil. Itu keinginan sebagian kader, tapi ke depan kami yakin Golkar solid dan kompak memenangkan usungan di semua daerah dan pilgub,” terangnya.

Soal sanksi kepada kader pembangkang, adik kandung NH ini menegaskan, masih ditelusuri untuk memastikan informasi tersebut. “Ada sanksi, hanya saja kita tidak serta merta memberikan sanksi jika belum ada bukti kuat,” pungkasnya.

Terpisah, Sekretaris DPD II Golkar Makassar, Wahab Tahir, mengatakan, dirinya sebagai kader Golkar tetap mengikuti instruksi partai untuk memenangkan figur yang akan diusung di pilkada serentak, termasuk Pilwalkot Makassar. “Kalau ditanya pilihan, jelas saya ini kader partai, ikuti apa perintah partai,” ujarnya.

Setelah sebelumnya sesumbar mendukung calon wali kota petahana, Moh Ramdhan Pomanto, kini ia menepis wacana itu. Ia menyatakan siap memenangkan dan mendukung usungan Partai Golkar, Munafri Arifuddin.

Ia mengaku, sebagai kader harus patuh pada perintah partai dan instruksi partai untuk mendukung CEO PT PSM Munafri Arifuddin pada Pemilihan Wali Kota Makassar.

“Sebagai pengurus dan kader Partai Golkar, saya akan mengamankan serta menjalankan perintah partai untuk memenangkan Munafri Arifuddin,” demikian Wahab.

Sementara, pakar politik dari Universitas Hasanuddin Makassar, Adi Suryadi Culla, menilai, instruksi NH kepada semua kader memenangkan pilkada serentak dengan tujuan memperkuat basis. “Kalau saya nilai, instruksi NH tujuannya pada intinya basis tiap daerah dijaga dan diamankan untuk memenangkan Pilgub nanti,” tuturnya.

Akademisi Unhas ini menambahkan, jika instruksi Partai Golkar untuk kader dijalankan dengan baik, maka dipastikan Golkar meraih kemenangan di pilkada serentak. Namun jika diabaikan, dipastikan akan memetik kekecewaan jika usungannya gagal. (*)


div>