RABU , 21 NOVEMBER 2018

Nilai UN SMP se-Sulsel Turun

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Senin , 28 Mei 2018 09:00
Nilai UN SMP se-Sulsel Turun

Ilustrasi. (int)

*Penerapan Sistem HOTS Dituding Jadi Penyebab

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Hasil Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Sulsel tahun 2018 sedikit mengecewakan. Pasalnya, hampir seluruh nilai SMP kabupaten dan kota mengalami penurunan nilai hasil ujian.

Hal tersebut terungkap pasca Dinas Pendidikan Provinsi telah menerima dan menyerahkannya langsung nilai hasil UN kepada masing-masing kabupaten dan kota.

Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Setiawan Aswad mengatakan, jika hal tersebut dikarenakan adanya beberapa faktor. Salah satunya yakni adanya penerapan atau metode baru dalam pengerjaan soal, yaitu dengan Sistem High Order Thinking Skills (HOTS), yang menjadi penyebab utama penurunan nilai secara rata-rata.

Selain itu, UN yang digunakan saat ini berbasis komputer juga turut memberikan dampak terhadap turunnya nilai hasil UN siswa.

“Metode baru pengerjaan soal sepertinya jadi penyebab, namanya sistem HOTS, itu memang baru diterapkan tahun ini. Selain itu, dengan berbasis komputer, juga banyak ditemui masalah psikologis siswa, terkait siap atau tidak. Memang kalau sudah berbasis komputer integritasnya tinggi, tapi di sisi lain nilai ujiannya juga cenderung mengalami penurunan,” kata Setiawan, Minggu (27/5).

Setiawan menjelaskan bahwa, dengan menggunakan sistem HOTS ini, maka para siswa seakan tidak terbiasa dalam menerapkan metode baru tersebut, karena metode pembelajaran dengan sistem HOTS ini, para siswa dituntut mengerjakan soal dengan analisa.

“Ada juga yang mengatakan, waktu yang menjadi kendala, sedangkan penggunaan metode HOTS ini juga belum terlalu siap karena kurang sosialisasi. Apalagi guru-guru yang juga menggunakan metode tersebut masih terbatas waktunya, sehingga harus ada waktu yang cukup,” ungkapnya.

Kedepan, lanjut Setiawan, guna mengatasi hal tersebut, sosialisasi sistem HOTS akan dilakukan peningkatan, terutama pada kompetensi para guru dan siswa.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhajir Effendy menyebutkan, ada penurunan nilai rata-rata Ujian Nasional 2018, terutama dengan adanya soal HOTS. Selain itu, penurunan juga terjadi disebabkan integritas.

Meski dinilai menurun, namun di Sulsel terdapat delapan daerah yang pelaksanaan UNBK tingkat SMP-nya masuk 100 persen. Diantaranya Makassar, Bone, Pinrang, Palopo, Maros, Barru, Soppeng dan Luwu Timur.

Dari data Disdik Sulsel, tahun lalu pelaksanaan UNBK tingkat SMP masih sekitar 20 persen, sedangkan tahun ini sudah lebih baik mencapai diatas 60 persen.(*)


div>