MINGGU , 16 DESEMBER 2018

Ni’matullah Belum Legowo

Reporter:

rakyat-admin

Editor:

Rabu , 13 April 2016 10:28
Ni’matullah Belum Legowo

int

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulsel masih belum jelas. Hingga memasuki pekan kedua bulan April ini, pelaksanaan Musda masih simpang siur bahkan terus diundur.

Padahal sebelumnya, pelaksanaan Musda Demokrat Sulsel direncanakan digelar bulan Maret, tapi akhirnya gagal. Hal tersebut dikarenakan bersamaan dengan pelaksanaan Touring De Java oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan pelaksanaan pelatihan kader oleh DPP.

Bukan hanya itu, molornya jadwal Musda juga ditengarai karena belum adanya kesepakatan antara Wakil Wali Kota Makassar, Syamsul Rizal dan Plt. Demokrat Sulsel, Ni’matullah. Keduanya dikabarkan berniat memimpin Demokrat di Sulsel.

Awalnya, Deng Ical–sapaan akrab Syamsu Rizal diprediksi bakal terpilih aklamasi karena faktor kedekatannya dengan DPP. Namun akhir-akhir ini justru menguat Ni’matullah yang bakal menjadi suksesor Ilham Arief Sirajuddin. Belum adanya deal membuat jadwal musda kian tak jelas.

Wakil Ketua Steering Commite (SC) Musda Demokrat Sulsel, Selle KS Dalle mengatakan jadwal Musda sepenuhnya berada ditangan DPP Demokrat. Menurutnya, SC dan Organizing Commite (OC) sudah siap melaksanakan Musda.

“Jadwal Musda itu sepenuhnya berada ditangan DPP, kita ini sebagai SC maupun OC hanya akan menunggu jadwal tersebut karena kita disini sudah siap,” kata Selle, Selasa (12/4).

[NEXT-RASUL]

Ia menambahkan, dinamika yang berkembang dalam internal DPD Demokrat Sulsel masih dalam tahap yang wajar. Menurutnya, dalam menghadapi event internal partai seperti Musda tentunya akan diterpa isu negatif dan positif.

“Masih dalam tahap wajar ji dinamika yang berkembang pada internal partai saat ini, sebab dalam event seperti Musda itu sudah tidak tabuh lagi ketika diterpa isu negatif dan positif,” ungkapnya.

Selain itu, Anggota Komisi D DPRD Sulsel menggarisbawahi bahwa setiap isu yang ada harus dipertanggung jawabkan. Ia menilai, demokrasi tidak bisa lepas dari hal yang demikian.

“Saya pikir isu apa pun itu yang berkembang harus dipertanggung jawabkan, sebab hal yang demikian ini tidak bisa dilepaskan dari sisi demokrasi,” ungkapnya.

Terkait dengan isu perseteruan internal DPD Demokrat Sulsel, Selle membantah hal tersebut. Menurutnya, dua kader yang kini menguat untuk memimpin Demokrat Sulsel yakni Wakil Walikota Makassar, Syamsul Rizal dan Plt. Demokrat Sulsel, Ni’matullah tidak ada masalah apa lagi ada kubu.

“Tidak ada kubu-kubuan, Deng Ical dan Pak Ni’matullah tidak ada masalah. Tapi kalau berbicara tentang kedua kader tersebut mencuat di DPP sebagai kader utama untuk memimpin Demokrat Sulsel, memang iya,” jelasnya.

[NEXT-RASUL]

Sementara Plt Ketua Demokrat Sulsel, Ni’matullah tidak ingin berkomentar banyak terkait dengan pencalonan dirinya pada Musda Demokrat Sulsel. “Janganmi saya komentari itu, karena terlalu panas kalau saya kembali mengemtari itu,” kata Ni’matullah.

Diketahui sebelumnya, Ni’matullah mengatakan syarat calon untuk maju pada Musda harus mengantongi dukungan 30 persen dari 26 pemilik suara. Ia mengaku, syarat itu telah dipenuhinya karena telah mendapat dukungan 21 DPC Demokrat se-Sulsel.

Selain itu, Ni’matullah juga mengklaim Dewan Pengurus Pusat (DPP) akan mendukungnya. Menurutnya, predikat kader terbaik dari Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketua Umum Demokrat ketika mengikuti pelatihan pimpinan dan kader utama partai demokrat di Surabaya pada 28 Maret hingga 2 April lalu itu merupakan bentuk pertimbangan DPP untuk mendukungnya.

Sementara Deng Ical menyebutkan, sejauh ini tak selangkah pun dirinya bergerak dari komitmen awal untuk maju di Musda Demokrat. “Seperti komitmenku dari awal saya tetap maju. Intinya selangkahpun saya tidak akan mundur,” terangnya.

Menurutnya, masalah kalah dan menang hal biasa dalam pertarungan merebut kursi kepemimpinan. Namun proses dan sportif yang diutamakan.

“Saya anggap kak Ulla (Ni’matullah) adalah seniorku, saya akui Partai Demokrat Sulsel masih membutuhkan dia, jadi wajar sebagian ketua DPC masih menginginkan kak Ulla,” tuturnya.

[NEXT-RASUL]

Lebih lanjut, Deng Ical menambahkan, saat ini juga dirinya intens komunikasi dengan DPP dan dirinya diminta untuk tetap maju pada musda nanti. “Ini permintaan DPP agar saya maju, jadi saya tidak bisa menolak, ya Insya Allah saya tetap maju,” ucapnya.

Dia menambahkan, siapun menang dan kalah dalam pertaruangn nanti bukan soal, intinya sama-sama membangun partai demokrat lebih maju dan mensejahterakan rakyat.

“Kami berkomitmen siapa yang menang dan kalah, sama-sama membangun Partai Demokrat lebih baik,” tegasnya.

Ketua Bapilu DPD Demokrat Sulsel, Januar Jaury Dharwis mengatakan, belum adanya jadwal pelaksanaan Musda dan Muscab hanyalah masalah administrasi. Menurutnya, meskipun Musda belum jelas, namun dirinya yakin Demokrat akan tetap ikut berpartisipasi pada Pilkada Takalar 2017 mendatang.

Menurut Januar, Demokrat selalu siap dalam setiap momen politik seperti Pilkada. Bukan hanya mengusung maupun menyeleksi, tapi menetapkan atau memlih figur yang produktif untuk dipilih masyarakat.

“Itu masalah teknis saja, meskipun belum ada penetapan, disinilah kita melihat legalitas dari pengurus DPC Takalar itu sendiri untuk Demokrat bisa tetap berpartisiapasi dengan maksimal di Takalar. Meskipun ada mekanisme yang cukup panjang, dari DPP seperti menjaring dan lain sebagainya,” ungkapnya.

[NEXT-RASUL]

Januar menambahkan, peran DPD dan DPC Takalar tahu betul apa suasana politik di Takalar. Untuk itu, dirinya berharap, DPP bisa mengakomodir untuk bisa mengusung figur agar bisa memberi ruang akomodasi alat kelengkapan di bawahnya.

“Dari Balon ke calon itu akan di kirim ke pusat, disana mereka akan menetapkan apakah bisa mengusung atau mengakomodir agar kelengakapan di bawahnya bisa lengkap,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPC Demokrat Makassar, Adi Rasyid Ali menuturkan, pihaknya masih tetap sabar menunggu jadwal dari DPP untuk pelaksanaan Muscab. “Sabar saja yang jelas dekat inilah,” singkatnya.

Terkait hal itu, pakar politik Unibosowa 45 Makassar, Arief Wicaksono menilai, jika pemilihan atau Musda Demokrat digelar dalam waktu dekat, Ni’matullah akan menang. Namun jika Musda di tunda hingga beberapa bulan kedepan maka Deng Ical memiliki peluang besar untuk menang.

“Kenapa saya katakan demikian, saat ini beberapa ketua DPC sudah terang terangan mendukung Ni’matullah, tapi ketika di tunda Musda Deng Ical masih memiliki waktu untuk bekerja,” ujarnya.

Meski demikian, Arief menyebutkan jika Musda Demokrat ditunda terus maka keputusan tertinggi berada di tangan DPP untuk merekomendasikan siapa menjadi ketua.

[NEXT-RASUL]

“Wewenang tertinggi di DPP, bisa jadi merekomendasikan ke Deng Icalm untuk menjadi ketua. Hal ini bisa saja terjadi, jika DPP menggunakan hak dan kewenangan tertingginya,” sebutnya.

Arief menambahkan, tak bisa dipungkiri ada juga DPC mendukung Deng Ical. Namun tidak terbuka atau terang-terangan. “Saat ini juga ada DPC yang mendukung Deng Ical, tapi tidak terbuka,” tutupnya. (E)


div>