JUMAT , 25 MEI 2018

Nobar Film “Hak Kami Sama”, Deng Ical Sebut PRT Juga Punya Peran Penting

Reporter:

Muhammad Alief

Editor:

Lukman

Senin , 12 Februari 2018 23:15
Nobar Film “Hak Kami Sama”, Deng Ical Sebut PRT Juga Punya Peran Penting

Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal, saat ikut menyaksikan langsung pemutaran film "Hak Kami Sama", yang diadakan di Mall Panakkukang (MP), Senin (12/2).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal, ikut menyaksikan langsung pemutaran film “Hak Kami Sama”, yang diadakan di Mall Panakkukang (MP), Senin (12/2).

Film yang diluncurkan oleh International Labour Organization (ILO) dan bekerjasama dengan Lembaga Advokasi Perempuan Damar, menceritakan tentang kehidupan dan perjuangan seorang PRT (Pembantu Rumah Tangga) yang hak kerjanya kerap kali terlupakan.

Dalam kesempatan ini, Deng Ical–sapaan Syamsu Rizal, mengatakan, meskipun sudah melihat eksistensi dari PRT atau pekerja sektor informal yang banyak, tapi terkadang kita lupa untuk memberikan apresiasi dan penghargaan yang semestinya.

“Karena kita menganggap bahwa PRT itu hanya pembantu ji, sehingga kita membeda-bedakan dengan profesi lain seperti karyawan, Direktur dan PNS. Padahal PRT itu juga memiliki kontribusi yang luar biasa,” kata Deng Ical.

Lanjut kata dia, jika diukur dengan uang dan hal-hal yang pragmatis, pasti ada yang lebih dan kurang. Tapi dalam konteks Pemerintah Kota itu, seorang pembantu rumah tangga, Ustad dan pekerja jalanan itu tidak jauh lebih penting dari pekerjaan lainnya.

“Saya bilang begitu karna pada situasi tertentu Wali Kota itu tidak bisa menjadi muadzin di Masjid dan disitulah peran seorang muadzin yang tidak bisa digantikan, karna profesinya itu memang bersifat khusus dan impactnya itu benar-benar sangat luar biasa. Demikian pula jika Wakil Wali Kota di suruh pergi memasak, mungkin satu kali bisa tetapi selanjutnya sudah tidak bisa,” ungkapnya

Oleh karena itu, dalam konteks itulah kita semuanya yang hadir penting untuk memahami bahwa ternyata PRT dan pekerja sektor informal itu sama pentingnya pada porsi yang berbeda dalam tatanan kehidupan sosial.

“Sebaliknya juga dalam konteks personalnya, janganki berfikir bahwa kita seorang PRT itu tidak penting,” tutupnya.(*)


div>