RABU , 14 NOVEMBER 2018

None Diisukan Kandidat Kuat Plt Sekprov

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Jumat , 09 Maret 2018 15:45
None Diisukan Kandidat Kuat Plt Sekprov

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sampai saat ini, kejelasan penetapan Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulsel belum menunjukkan tanda-tanda akan segera diputuskan.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, saat dikonfirmasi juga enggan berkomentar banyak soal itu. Dirinya hanya berdalih bahwa tiga nama yang diusulkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) jadi tanggungjawab menteri.

“Soal Plt Sekprov belum, nanti tidak jadi, tapi mudah-mudahan jadilah. Kalau soal siapa diusulkan itu tidak bisa saya sebutkan, itu menteri dalam negeri yang putuskan,” kata Syahrul, Kamis (8/3) kemarin.

Meski bersifat sementara, namun posisi Jabatan Tinggi Madya menggantikan Abdul Latif sebagai sekprov seakan menjadi posisi rebutan bagi sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Sulsel.

Sebelumnya diisukan, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel, Tautoto Tanah Ranggina sebagai calon kuat menjadi plt sekprov, kini nama lain yang menguat adalah Irman Yasin Limpo, yang juga sebagai Kepala Dinas Pendidikan Sulsel.

Saat dikonfirmasi, None sapaan akrabnya mengatakan dirinya sudah pasrah. Ia pun terlihat legowo siapa pun yang dipilih oleh gubernur. “Saya serahkan sama Pak Gubernur, saya pegawai, ditunjuk, jabatan sekprov itu ditunjuk,” kata None.

None melanjutkan, dirinya hanya mengikuti perintah dan instruksi pimpinan, dalam hal ini gubernur. “Yang ditunjuk, harus ikut. Yang salah itu kalau yang ditunjuk tidak memenuhi syarat,” jelas None.

None sendiri dinilai sangat berpotensi lantaran telah mengikuti pendidikan latihan kepemimpinan (Diklatpim) I.

Sementara, untuk proses lelang jabatan posisi Sekprov, Mantan Kepala Badan Diklat Sulsel ini merasa ada yang salah pada regulasi yang ada. Alasannya, jabatan sekprov merupakan jabatan struktural yang membutuhkan penunjukan langsung, bukan kompetisi.

“Saya kira, sebagai bekas kepala badan Diklat tahu banyak bagaimana prosedur pengangkatan. Sebenarnya posisi sekda itu tidak boleh dikompetisikan, karena itu melanggar asas kepemerintahan, itu harus penunjukan langsung dari pimpinan. Karena sekda itu pejabat struktural,” terangnya. (*)


div>