SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

None Sudah Tunjuk Plt Kepsek SMA 1 dan SMA 5

Reporter:

Editor:

dedi

Kamis , 02 Maret 2017 20:16
None Sudah Tunjuk Plt Kepsek SMA 1 dan SMA 5

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo. foto: ashar abdullah/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dua kepala sekolah ternama di Makassar, yakni SMAN 1 dan SMAN 5 saat ini sudah ditetapkan jadi tersangka oleh pihak Kejari Makassar, karena tersandung kasus pungutan liar (Pungli).

Olehnya itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, Irman Yasin Limpo, mengaku telah menunjuk pelaksana tugas (Plt) Kepala Sekolah SMAN 1 dan SMAN 5 Makassar. Kedua Plt ini berasal dari dewan pengawas sekolah.

“Sudah kita tunjuk mulai hari ini. Yang menjadi Plt sementara itu, dua-duanya dari badan pengawas sekolah tapi saya lupa namanya,” ungkap Irman saat ditemui di ruangan kerjanya, Kamis (2/3).

None apaan akrab Irman Yasin Limpo ini mengatakan, dengan adanya Plt kepala sekolah ini, semua proses administrasi maupun belajar mengajar di dua sekolah negeri tersebut, agar berjalan seperti semula.

Untuk masa jabatan Plt sendiri, None belum memastikan sampai kapan. Namun, ia mengatakan akan sesegera mungkin melakukan lelang jabatan kepala sekolah baru.

“Kita harapkan secepat mungkin. Sebelum bulan agustus, kedua sekolah sudah punya kepala sekolah baru lagi,” tambah None.

Mengenai sanksi yang akan diberikan kepada keduanya, None mengaku hingga saat ini belum ada sanksi. Dinas pendidikan menunggu hasil proses hukum, lalu akan ada rapat dengan pihak sekolah dan dinas pendidikan. Kata None, untuk oknum PNS yang nakal termasuk para guru, sanksinya sudah jelas.

“Yang jelas sudah tidak akan jadi kepala sekolah lagi. Namun untuk sanksinya, kita tunggu proses hukumnya selesai. Bisa saja penurunan pangkat,” pungkas none.

Sementara itu, Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sulsel, Edi Sutarto menyatakan, kalau yang bersangkutan sudah menjadi tersangka dan sedang proses hukum, dirinya sangat setuju.

“Namun kalau baru diduga, sebaiknya kadinas menahan diri karena beliau juga harus mendidik kita utamanya para guru dan siswa dengan tahapan yuridis yang benar dan bijak,” katanya.


div>