RABU , 12 DESEMBER 2018

Nurdin Abdullah Dituding Politisasi Kampus, Mantan Aktifis Unhas Minta Rektor Tolak Pelantikan

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

Muhammad Alief

Senin , 24 September 2018 23:23
Nurdin Abdullah Dituding Politisasi Kampus, Mantan Aktifis Unhas Minta Rektor Tolak Pelantikan

Mulawarman

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Rencana Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah melantik empat pejabat kepala Daerah di Baruga AP Pettarani Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, mendapat kritik dari berbagai pihak.

Selain dari anggota DPRD Sulsel, kali ini penolakan datang dari mantan aktifis dan alumni Unhas Makassar, yakni Mulawarman.

Sebagai mantan jurnalis yang juga penggiat sosial media di Makassar, Mulawarman menilai rencana pelantikan kepala daerah terpilih yang akan dilakukan oleh Gubernur Sulsel, di kampus Unhas adalah bentuk politisasi terhadap kampus.

“Jika pelantikan di kampus, sudah tentu Nurdin Abdullah menunjukkan tindakan politisasi terhadap kampus. Hal ini tak boleh terjadi,” kata Mulawarman, Senin (24/9).

Oleh sebab itu, sebagai alumni Unhas, pria yang akrab disapa Kak Mul itu meminta pihak birokrasi kampus terbesar di Indonesia timur tersebut dalam hal ini, pihak Rektorat untuk tak memberikan izin pelantikan yang direncanakan oleh Pemprov Sulsel itu.

Sebab, ia menilai akan menjadi awal kampus akan menjadi sarang politik praktis. Selain itu, kata dia, pelantikan juga akan membuat kampus lain merasa iri.

“Jika pelantikan kepala daerah tersebut digelar di kampus maka sama halnya dunia kampus melakukan politik praktis, selain itu akan membuat kampus lain cemburu. Olehnya itu, pihak Unhas kalau bisa tolak pelantikan disana,” tegasnya.

Mulawarman juga menganggap mantan Bupati Bantaeng itu terkesan pencitraan. Menurutnya, NA gagal paham soal demokrasi sehingga tidak mengutamakan atau menjunjung tinggi kedaulatan Rakyat.

“Seharusnya dan sewajibnya Bupati dan Walikota dilantik dan disaksikan oleh masyarakat yang telah memilihnya. Di tempat yang terhormat, dilantik dihadapan wakil dan anggota DPRD sebagai bentuk kedaulatan rakyat itu bisa di Gedung DPRD,” tuturnya.

Dia menambahkan, NA sebagai Gubernur sok kuasa sehingga seenaknya mau melecehkan wakil Rakyat di DPRD.

“Apa dalil dan apa manfaatnya kalau pelantikannya di Unhas Tamalanrea,” pungkasnya. (*)


div>