SENIN , 19 NOVEMBER 2018

Nyalon di Pilgub, La Tinro Masih Plin-plan

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 06 April 2016 10:00
Nyalon di Pilgub, La Tinro Masih Plin-plan

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel kian hangat dan seksi untuk diperbincangkan. Padahal pesta demokrasi lima tahunan tersebut masih akan digelar dua tahun ke depan.

Meski demikian, hal tersebut rupanya tak membuat Partai politik (Parpol) untuk gencar melakukan sosialisasi kader internal yang akan diusungnya pada perhelatan demokrasi terakbar di Sulsel tersebut.

Sebut saja PDIP yang sedang panas-panasnya mensosialisasikan ketua DPD PDIP Sulsel Andi Ridwan Wittiri, Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang mempopulerkan Akbar Faizal dan Luthfi A Mutty.

Ada pula nama Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah dan perwira TNI Angkatan Laut  Kolonel Laut Dr Ir H Abdul Rivai Ras MS MM MSi yang tengah gencar berburu parpol. Nama lainnya tentu mantan Bupati Gowa dua periode Ichsan Yasin Limpo dan Wagub Sulsel Agus Arifin Nu’mang.

Khusus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sendiri sejauh ini memiliki beberapa kader yang dinilai layak untuk diusung di Pilgub. Antara lain La Tinro La Tunrung mantan bupati Enrekang sekaligus Ketua DPD Gerindra Sulsel, Azikin Solthan mantan bupati Bantaeng, Andi Nawir mantan bupati Pinrang, dan Rudiyanto Asapa mantan bupati Sinjai.

Namun dari beberapa nama tersebut, La Tinro merupakan kader Gerindra yang paling berpeluang besar untuk diusung. Hanya saja La Tinro nampaknya masih adem untuk tidak pro aktif dalam melakukan sosialisasi.

[NEXT-RASUL]

Terkait hal tersebut, La Tinro La Tunrung mengatakan dirinya belum menentukan sikap untuk maju pada Pilgub karena ada beberapa hal diantarnya adalah jadwal Pilgub masih lama. Menurutnya, ia baru akan bersikap pada akhir tahun 2016 ini.

“Saya ini masih masih belum menentukan sikap karena kan jadwal Pilgub masih lama juga kan, tapi Insya Allah akhir tahun ini sudah akan saya putuskan,” kata La Tinro, Selasa (5/4).

Ia menambahkan, sangat mengapresiasi terhadap kader Gerindra yang telah mendukungnya untuk maju pada Pilgub mendatang. Meski, kata dia, kader yang mendukung dan bekerja tanpa ada komando. Ia menilai, hal tersebut merupakan sebuah kedekatan emosional terhadap seluruh kadernya di Sulsel.

“Saya sangat mengapresiasi kader yang mendukung saya, sebab mereka bekerja dengan ikhlas meski tanpa ada komando secara langsung, dan saya kita hal inilah sebagai bukti bahwa pada partai kami terjalin hubungan emosional yang baik,” terangnya.

Wakil Ketua DPD Gerindra Sulsel, Yusran Sofyan mengatakan berdasarkan hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Gerindra pada 18 Maret lalu memandatkan Ketua Umum, Prabowo Subianto untuk menentukan calon kepala daerah yang akan diusung setiap moment Pilkada.

Selain itu, kata dia berdasarkan pada pengalaman pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2015 lalu untuk diusung pada moment politik harus melakukan pendekatan struktural dan survei.

[NEXT-RASUL]

“18 Maret lalu Gerindra melaksanakan Rapimnas dimana dalam rapat tersebut telah dimandatkan kepada Pak Prabowo untuk menentukan calon kepala daerah yang akan bertarung pada momen politik, nantinya Pak Prabowo ini akan dibantu oleh Tim yang ada di daerah,” jelasnya.

Yusran menambahkan, sebagai kader Gerindra Sulsel, ia berharap pada moment Pilgub mendatang kiranya Gerindra Sulsel mengusung kader internal. Oleh karena itu, kata dia, harusnya seluruh kader internal yang akan maju untuk mengambil sikap yang lebih cepat.

“Kita berharap nantinya pada Pilgub Gerindra Sulsel tetap mengutamakan kader untuk diusung, olehnya itu saya kira seluruh calon yang akan maju harus menyatakan sikap yang lebih cepat sehingga konsolidasi internal juga berjalan lebih cepat,” jelasnya.

Sekretaris PD Satria Sulsel, Ahmad S mengatakan kedekatan emosional terhadap ketua umum, Prabowo Subianto, bukan jaminan untuk diusung oleh partai Gerindra pada moment politik. Menurutnya, yang paling utama yang akan dijadikan indikator untuk diusung adalah hasil survei.

“Dekat secara emosional dengan ketua umum itu bukan menjadi jaminan untuk diusung oleh Gerindra, yang paling utama kan adalah hasil survei,” ujarnya.

Ia mengaku, banyaknya kader internal Gerindra yang memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk diusung pada Pilgub mendatang membuat kader internal Gerindra juga bingung untuk menentukan sikap untuk didukung. Menurutnya, seluruh nama-nama kader internal yang telah muncul dimedia telah diproses di DPP tentang kegiatan dan sosialisasinya.

[NEXT-RASUL]

“Jujur saja saya katakan, kader internal saat ini juga masih bingung akan mendukung siapa karena kan banyak kader Gerindra yang layak untuk diusung dan didukung, dan nama yang selama ini telah muncul dimedia itu telah diproses di DPP tentang kegiatannya dalam melakukan sosialisasi,” jelasnya.

Sementara Pakar Politik Universitas Hasanuddin, Aswar Hasan mengatakan sikap dingin yang diperlihatkan oleh La Tinro La Tunrung adalah sikap yang elegan. Ia menilai, hal tersebut mencerminkan budaya politik Bugis yang tidak ambisius.

“Sikap dingin Pak La Tinro itu adalah sebuah sikap yang elegan, saya pikir itu adalah cerminan politik orang Bugis yang tidak ambisius dalam mengejar jabatan,” ujarnya.

Aswar menambahkan, sikap La Tinro yang belum bersikap itu tidak bisa ditafsirkan dalam bahwa dia tidak akan maju. Menurutnya, salah satu pertimbangan La Tinro sehingga belum menentukan sikap adalah karena masih memikirkan peta politik menjelang Pilgub.

“Saya kira belum bersikapnya Pak La Tinro itu tidak bisa dijustifikasi bahwa beliau tidak akan maju, namun sepertinya beliau itu masih memikirkan peta politik yang ada saat ini, dan juga masih memikirkan untuk maju sebagai kosong dua atau kosong satu,” pungkasnya.

Sementara Direktur Strategi Pemenangan Jaringan Survei Indonesia (JSI) Irfan Jaya, menanggapi dingin sikap tidak pasti La Tinro untuk maju di Pilgub Sulsel. Menurut dia, Ketua Gerindra Sulsel itu bukan tidak ingin maju di Pilgub. Menurutnya, La Tindro sudah berpengalaman dengan manajemen waktu kapan ingin maju.

[NEXT-RASUL]

“La Tinro bukan plin-plan. La Tinro saya pikir serius untuk berkompetisi di Pilgub. Hanya saja, sebagai politisi yang sudah cukup berpengalaman, dia tentu paham manajemen waktu. Dia paham kapan saatnya untuk massif dan dia bukan politisi yang bisa ditarik dalam ritme bakal calon kompetitornya,” tuturnya.

Irfan menambahkan, La Tinro sangat berbeda dengan figur yang lainnya, untuk masuk di event politik. Menurut Irfan, La Tinro tidak ingin terburu-buru dengan tetap memperhatika dinamika politik di Sulsel.

“Itulah yang membedakan tokoh yang sudah berpengalaman di politik dengan tokoh yang baru masuk berkompetisi di politik. Seperti halnya, Jokowi (Presiden RI), yang mengatakan tidak punya keinginan berkompetisi di pilpres,” tutupnya. (E)


div>