Sabtu, 24 Juni 2017

Pidato Perpisahannya Mengesankan

Obama Khusnul Khatimah

Kamis , 12 Januari 2017 10:24
Penulis :
Editor   : doelbeckz
Pidato perpisahan Barack Obama sebagai Presiden Amerika Serikat di McCormick Place, Chicago, Selasa 10 Januari 2017. foto: afp
Pidato perpisahan Barack Obama sebagai Presiden Amerika Serikat di McCormick Place, Chicago, Selasa 10 Januari 2017. foto: afp
JAKARTA - Genap delapan tahun sudah, Presiden Barack Obama memimpin Amerika Serikat. Sesuai aturan demokrasi AS, rezim harus berganti. Pidato perpisahan pun dilakukan di kota kelahirannya, Chicago, kemarin. Isi pidatonya mengagumkan. Semua sedih ditinggal Obama. Dia menutup rezim dengan khusnul khatimah.

Pidato perpisahan itu sudah disiapkan selama enam bulan oleh Obama. Dia tidak ingin momentum terakhirnya tidak berkesan. Lokasi pidato pun dia pilih di kota kelahirannya, Chicago. Sebuah auditorium tempat pidatonya penuh dan riuh penonton.

Tampil kalem dengan jas dan dasi biru, Obama mengawali pidatonya dengan ucapan terima kasih kepada seluruh warga AS, baik para pendukungnya atau lawan politiknya. Sementara, orang-orang terkasihnya seperti istri, Michelle Obama dan anak-anaknya Malia dan Sasha, termasuk Wapres Joe Biden dan para staf dia sebut di penghujung pidato.

"Setiap hari saya belajar dari kalian. Kalian membuat saya menjadi Presiden yang lebih baik dan pria yang lebih baik," kata Obama yang disambut riuh tepuk tangan.

Obama mengatakan, di bawah kepemimpinannya, AS berhasil bangkit dari keterpurukan. Dimulai dari resesi ekonomi di medio 2008, membangkitkan industri otomotif hingga meningkatkan lapangan kerja. Pun di dunia internasional, Obama mengklaim telah melakukan hal positif seperti membangun kembali hubungan dengan negara komunis Kuba, menutup program nuklir Iran tanpa menembakkan sebutir peluru hingga menangkap otak 9/11 (Osama Bin Laden).

"Menciptakan keadilan dalam pernikahan dan memberikan akses asuransi kesehatan kepada 20 juta rakyat AS," demikian klaimnya.

Sejurus kemudian, Obama sempat menyinggung soal Presiden AS terpilih, Donald Trump. Presiden yang pernah mengenyam pendidikan dasar di Menteng, Jakarta ini menjamin transisi pemerintahan yang damai, sebagaimana transisi damai dari administrasi George Bush kepada dirinya.