SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

Ogah Bayar Alasan Servis Kurang, Security Tusuk Terapis

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Selasa , 18 April 2017 13:11
Ogah Bayar Alasan Servis Kurang, Security Tusuk Terapis

ilustrasi (pixabay)

RAKYATSULSEL.COM – Security perumahan berinisial AH (35) bikin ulah. Dia tak bayar penuh saat pijat di Panti Pijat Seroja, di Kampung Ceper, Desa Sukaragam, Kecamatan Serangbaru. Bahkan terapis AE (32) ditusuk pakai pisau. Pelaku sempat buron lima bulan sebelum akhirnya ditangkap.

“Tersangka berhasil ditangkap sekitar satu minggu lalu,” kata Kasatreskrim Polres Metro Bekasi AKBP Rizal Marito saat ditemui di Polsek Serangbaru, Sabtu (15/4)

Rizal menuturkan, peristiwa penganiayaan berawal ketika tersangka mendatangi Panti Pijat Seroja pada 5 Desember 2016 lalu sekitar pukul 08.30. Saat itu, tersangka sepakat akan memberikan imbalan berupa uang sebesar Rp 150 ribu setelah selesai dipijat oleh korban.

“Pengakuan tersangka, ini yang kali kedua melakukan pijat di tempat yang sama dan keduanya sudah saling kenal,” ungkapnya.

Setelah selesai dipijat, ternyata tersangka tidak menepati janjinya. Ia hanya memberi imbalan sebesar Rp 100 ribu kepada korban. Tersangka beralasan pelayanan yang diberikan korban kurang memuaskan sehingga imbalannya tidak sesuai janji.

Dari situ cekcok mulut antara tersangka dan korban terjadi. Tiba-tiba korban mengeluarkan kata-kata kasar hingga tersangka kesal. Karena sudah gelap mata, tersangka menusuk korban di beberapa bagian tubuhnya.

“Tersangka naik pitam lalu melakukan penganiyaan dengan cara menusuk bagian bahu, leher, dada, perut, dan pinggang korban dengan sebilah pisau. Jumlahnya enam tusukan serta memukul dahi dan muka korban. Usai menusuk korban, pisaunya dibuang di bawah tempat kasur,” ungkap Rizal.

Setelah korban tak berdaya bersimbah darah, tersangka mengambil tas milik korban. Di dalam tas terdapat uang Rp 175 ribu, satu unit handphone, jam tangan, dan KTP. Namun aksi tersangka diketahui oleh pemilik panti pijat.

Korban yang sudah tak berdaya kemudian dikurung di dalam kamar. Tersangka pun dengan leluasa melarikan diri. “Aksi tersangka sempat ketahuan oleh pemilik panti pijat, yang kemudian berteriak, namun tersangka mengancam pemilik panti pijat kemudian mengurungnya,” katanya.

Polisi yang mendapat laporan langsung melakukan olah TKP. Hasilnya, polisi mendapatkan ikat pinggang berlambang keamanan serta sepasang sepatu milik petugas security.

“Dari sini (setelah olah TKP) dilakukan penyelidikan. Dengan banyaknya luka tusakan korban dirawat di rumah sakit dengan waktu lama hingga sekarang sudah mendingan,” ungkapnya.

Tersangka kini mendekam di sel tahanan Polsek Serangbaru. Ia diancam dengan pasal berlapis yakni 351 dan 365 KUHP dengan hukuman penjara hingga 12 tahun.


div>