SENIN , 18 JUNI 2018

Oh, Virus WannaCry Serang Perpustakaan Universitas Jember

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Selasa , 16 Mei 2017 10:50
Oh, Virus WannaCry Serang Perpustakaan Universitas Jember

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM -Virus WannaCry yang sempat menjadi viral di dunia maya internasional akhirnya membawa korban di Jember. Tidak tanggung-tanggung virus ini menyerang komputerisasi di Perpustakaan Universitas Jember. Akibatnya, pelayanan per pustakaan dengan koleksi ribuan ini pun separuhnya mengalami kelumpuhan. Pasalnya, mahasiswa dan masyarakat tidak bisa meminjam buku dari perpusta kaan tersebut. Mahasiswa hanya bisa mem baca secara manual di perpustakaan tersebut

Seperti pantauan Jawa Pos Radar Jember di lokasi Senin (15/5), pihak perpustakaan bahkan memasang pengumuman bahwa layanan transaksi di perpustakaan itu tidak dapat diproses. “Hanya bisa dibaca di tempat saja. Karena layanan pinjam meminjam kan harus dengan jaringan komputerisasi. Kini masih perbaikan,” ucap salah seorang petugas perpustakaan, di meja layanan depan.

Bahkan di papan tersebut disebutkan pelayanan tidak dapat dilakukan hingga 17 Mei 2017. Saat Jawa Pos Radar Jember mencoba melihat lokasi komputer yang terkena virus tersebut, memang layarnya berwarna merah seperti yang ramai di dunia maya. Di mana, dalam layar tertulis: Ooopds, your file have been encryted!.

Bahkan, dalam layar tersebut tertulis: Payment will be raised on, time left 1 days (pembayaran bisa dilakukan jika kurang dari sehari). Di layar komputer tersebut juga ada ancaman bahwa jika seluruh file dalam komputer akan hilang dalam lima hari ke depan. “Untungnya bukan server yang kena. Hanya komputer layanan operator saja,” ucap Ida Widyastuti, kepala Perpustakaan Unej.

Meskipun hanya komputer untuk layanan operator di perpustakaan, namun pelayanan kepada mahasiswa untuk peminjaman dan pengembalian buku tidak bisa dilakukan. Ida mengatakan kejadian ini baru diketahui Ahad (14/5) sore. Karena saat muncul pengumuman oleh Kominfo Pusat, jaringan komputer milik perpustakaan Unej masih normal-normal saja.

Sementara itu, Pembantu Rektor 1 Universitas Jember Dr Zulfikar menyebut, masalah virus Wanna-Cry ini memang mendunia. “Kan awal nya di Inggris. Virus tersebut menyerang file-file office yang dienkripsi di bawah Windows,” jelas Zulfikar. Sehingga yang terserang adalah klien-klien yang menggunakan program tersebut. Dan untuk perpustakaan diakuinya yang terserang ada dua buah komputer. “Hanya komputer klien, bukan server,” tegasnya.

Sehingga dirinya menjamin tidak ada yang serius dari serangan virus di perpustakaan besar tersebut. Masalah itu pun langsung ditangani pihak Unej sendiri. “Dua komputer yang bisa mengak ses (virus) itu sudah dimatikan,” jelasnya. Komputer tersebut juga sudah dilakukan isolasi sehingga tidak sampai menyebarkan virusnya ke komputer lainnya di Unej. Pihaknya juga langsung berkoordinasi dengan tim TI Unej. Sehingga virus tersebut tidak semakin menyebar dan melakukan perusakan yang lebih parah. Dengan demikian, Zulfikar mengatakan, untuk data-data penting tentang perpustakaan Unej diakuinya masih aman. “Yang terpenting, server aman tidak terkena virus. Jika terkena (ser vernya, Red) tamatlah riwayat per pustakaan,” tegasnya.

Yang jelas, ini sempat menjadi kegelisahan bagi kalangan civitas akade mika di Unej. Untuk sementara, proses pinjam dan pengembalian buku di Perpus takaan belum bisa dilakukan. Termasuk juga, digital library (se mentara diisolasi). “Tidak akan mengganggu betul. Tim IT kami melakukan scan di server sehingga tidak terserang,” jelasnya. Yang jelas, untuk pelaya nan perpustakaan Unej lainnya masih tetap jalan seperti biasanya. “Kita sama-sama menjagalah,” jelasnya. Dirinya menuturkan akan mengikuti petunjuk dari Kominfo agar selamat dan tidak ada lagi kom puter yang terkena. Salah satunya dengan meng-update alias memperbarui Windows di komputer yang ada di Unej.


div>