SENIN , 15 OKTOBER 2018

OJK Bukukan KUR di Sulsel Tumbuh 17,51 persen

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Minggu , 03 September 2017 22:00
OJK Bukukan KUR di Sulsel Tumbuh 17,51 persen

(int)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) menilai penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) saat ini lumayan terdongkrak.

Demikian yang dijelaskan Kepala OJK Region Sulampua, Bambang Kiswon. Dia mengatakan, pentaluran KUR per Juli 2017 di Sulsel cukup bagus.

“Realisasi KUR bulan Juni di Sulsel 2017 mencapai Rp3,32 triliun, debitur 113.022 UMKM. Sementara di bulan Juli mencapai Rp3,90 triliun dengan jumlah debitur 132.651 UMKM. Tumbuh 17,51 persen mtm,” sebut Bambang, belum lama ini.

Bambang menjelaskan, jika diurut penyaluran KUR sampai dengan 31 Juni secara nasional, Sulsel menempati posisi ke empat, setelah Jabar, Jatim dan Jateng

“Kalau penyaluran KUR untuk wilayah Timur Indonesia, Sulsel masih yang pertama. Terkait besarnya nominal penyaluran,” paparnya.

Kabag Kemitraan dan Pengembangan Ekonomi Keuangan Daerah OJK KR 6 Sulampua, Andi Muhammad Yusuf, menerangkan, penyebaran KUR di Sulsel tersebar di 24 kabupaten/kota, dimana Makassar masih menjadi daerah tertinggi penyaluran KUR dengan nilai Rp1,146,955, debitur 16,792 dengan share 29,37 persen.

“Setelah Makassar, ada Gowa Rp253,880 (debitur 8,461) share 6,50 persen, Sidrap Rp231,788 (debitur 9,964) share 6,50 persen, Sinjai Rp203,556 (debitur 7,658) share 5,21 persen. Lalu Bone, Rp200,616 (debitur 7,451) share 5,14 persen. Dan paling terendah adalah Kepualuan Selayar Rp20,746 (debitur 908) share 0,53 persen,” uraina.

Untuk penyaluran, secara sektoral KUR di Sulsel masih di dominasi oleh sektor perdagangan sebesar 53,86 persen dan 34,28 persen ke sektor produksi (pertanian,  perikanan, industri pengolahan). “Lebih tinggi dibandingkan nasional per Juli itu 52,16 triliun,” pungkasnya.

Adapun program laku pandai hingga Juli 2017, terealisasi sebanyak 7,985 agen laku pandai dengan jumlah nasabah sebesar 199.801 nasabah, nilai tabungan Rp94,76 miliar.

“Progran Simpanan Pelajar terealisasi sebanyak 172.117 rekening oleh 25 bank peserta,” kuncinya. (Reza)


div>