JUMAT , 17 AGUSTUS 2018

Oknum Guru Soppeng ‘Gituin’ ABG Sinjai, Ditangkap di Sinjai

Reporter:

Editor:

hur

Jumat , 11 September 2015 14:43
Oknum Guru Soppeng ‘Gituin’ ABG Sinjai, Ditangkap di Sinjai

Pelaku pencabulan anak di bawah umur, HW diamankan aparat Polres Sinjai Selatan. (Syamsuddin/Rakyat Sulsel)

SINJAI, RAKYATSULSEL.COM – Seorang oknum guru asal Soppeng, disangka telah mencabuli seorang ABG, sebut saja namanya Mawar (13), warga Dusun Annie, Desa Alenangka, Kecamatan Sinjai Selatan.

Akibat kelakuan bejatnya itulah, sang Guru, namanya disingkat saja menjadi HW alias A alias G (38), dicocok aparat gabungan dari Polsek Sinjai Selatan dan Reskrim Polres Sinjai.

Ceritanya, lagi-lagi bermula dari media sosial. Pelaku dan korban berkenalan di medsos facebook yang berlanjut ketemu di darat. “Saya kenal pelaku melalui facebook. Setelah saya kenal selama beberapa bulan, pelaku mengajak saya untuk ketemuan di Lampu Merah Jl. Persatuan Raya Sinjai,” jelas Mawar saat menceritakan kejadian yang menimpanya, di Mapolres Sinjai.

MKorban yang tidak menaruh curiga, setuju untuk bertemu, asal mendapat ijin dari orang tua. Tetapi yang datang menjemput mawar ke rumah orang tua mawar, bukanlah HW, melainkan orang lain, kawan HW, seorang perempuan yang disebut sebagai Indah (bukan nama sebenarnya, red).

Karena yang menjemput seorang perempuan, tentu saja ijin dengan mudah didapatkan. Mawar pun semakin tak curiga. Mereka berangkat dengan motor. Mawar dan HW akan bertemu di perempatan jalan yang ada lampu merah (traffic light).

Begitu dekat dengan lampu merah tempat yang disepakati, Indah menghentikan motornya, lalu bertanya kepada Mawar, apakah Mawar punya SIM. Mawar yang masih di bawah umur tentu saja menjawab tidak punya.

Rupanya Indah takut berkendara tanpa SIM, sehingga dia tidak melanjutkan perjalanan. Indah lalu menelepon HW, dan tak lama kemudian, HW pun datang juga dengan motor.

Ketika HW datang, Mawar berpindah ke motor oknum guru di salah satu SD di Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng ini. Selanjutnya, bisa ditebak. HW membawa ABG itu ke salah satu penginapan.

Di tempat itulah kejadian berlangsung. Menurut pengakuan Mawar, HW mengikatnya dan mengancamnya dengan badik, kalau tidak mau melayani nafsu bejat laki-laki itu. Mawar yang dalam kondisi terikat dan di bawah ancaman badik, tidak bisa berbuat apa-apa.

Menurut Mawar, kelakuan bejat HW kepadanya tidak hanya terjadi sekali itu saja. Karena HW masih menghubungi Mawar dan mengancam akan menyebarkan video mesum yang melibatkan Mawar kalau ABG itu tidak mau menuruti keinginannya.

Karena takut HW akan menyebarluaskan videonya, Mawar terpaksa mau bertemu lagi dengan HW. Dia berharap HW mau menghapus video dan foto-foto dirinya itu. “Dua kali ka pak, nakasi begitu. Yang kedua, na ancamka mau nasebarkan fotoku kalau tidak saya temui, makanya saya temui lagi. Tapi fotoku tidak dihapus,” ujar Mawar.

Karena fotonya tetap tidak dihapus setelah dua kali melayani nafsu HW, akhirnya Mawar melapor ke polisi.

Polisi yang menerima laporan, langsung melakukan pengembangan dan akhirnya menangkap HW setelah Mawar dijadikan umpan.

Pada saat penangkapan, HW tidak sadar jika dirinya dijebak. Dia langsung menemui Mawar yang mengajaknya bertemu. Setelah HW muncul, polisi langsung melakukan penangkapan. HW dibekuk di Bundaran Sinjai, tepatnya di ujung jalan persatuan raya, Sinjai, Jum’at (11/09).

HW sempat melakukan perlawanan saat akan ditangkap. Namun polisi dengan sigap membekuknya bersama barang bukti berupa tiga buah Hp, tiga Dompet, satu jaket, satu tas berikut surat izin kepemilikan badik, dan satu unit Sepeda Motor, yang semuanya langsung diamankan di Mapolres Sinjai.

Saat diinterogasi, HW mengaku sebagai Guru PNS di salah satu SD di Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Sinjai, AKP Andi Rahmat membenarkan penangkapan itu. “Pelaku kita tangkap di Bundaran Sinjai tepatnya di Ujung Jalan Persatuan Raya Sinjai. Pelaku bersama barang bukti sudah kami amankan di Mapolres Sinjai dan kasus ini sementara kita kembangkan, siapa tau masih ada korban lain,” kata Andi Rahmat.

Menurut Kasat Reskrim Andi Rahmat, kejadian yang menimpa Mawar terjadi pada 20 Juli 2015 lalu di salah satu penginapan di Jalan Petta Ponggawae, Sinjai.

“Untuk perbuatannya, pelaku diancam pasal perlindungan anak dengan hukuman minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun penjara. Adapun unsur paksaan dalam kasus ini, masih dalam proses penyelidikan,”


Tag
  • pemerkosaan
  •  
    div>