JUMAT , 19 OKTOBER 2018

Oknum Kasi Desa Tompotana “Ajak” Wartawan Adu Jotos

Reporter:

Supahrin

Editor:

Lukman

Senin , 09 Juli 2018 21:01
Oknum Kasi Desa Tompotana “Ajak” Wartawan Adu Jotos

Rabasia Nutta

TAKALAR, RAKYATSULSEL.COM – Pelaksana Kepala Desa Tompotana, Abd Azis diduga telah melabrak aturan karena telah mengganti beberapa perangkat desa seperti staf desa, Kepala dusun beberapa bulan lalu.

Oknum Kasi Kesejahteraan Pemdes Tompotana, Rabasia Nutta, yang menggantikan pejabat lama kasi kesajahteraan Ridwan, ikut tidak terima ketika dipertanyakan kebijakan pelaksana kades Tompotana Abd Azis.

Rabasia Nutta secara spontan mengeluarkan perkataan tidak pantas. “Apa brengsek? Erokko assibajji? (mau berkelahi?),” gertaknya dihadapan sejumlah wartawan, Senin (09/07).

Rabasia Nutta didampingi seorang pria yang diketahui adalah saudaranya menghadang dan mengajak wartawan adu fisik atau adu jotos. “Apa brengsek erokko assibaji ?,” kata salah seorang wartawan, Zainuddin, mengutip kata Rabasia dalam dialeg bahasa Makassar di Dermaga Takalar lama kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar.

Zainuddin yang merupakan wartawan Fajarmetronews.com meninggalkan dermaga tersebut. Namun tidak hanya sampai disitu, Rabasia Nutta tetap mengikuti dan berkata lagi dalam dialeg Makassar.

“Nucini tau attolo toloa nanuajaraka? (kau lihat saya orang bodoh, mau kau ajari?),” sambung Rabasia.

Perkataan Rabasia itu dibalas Zainuddin. “Saya tidak ajarko, tapi saya kasi lihatko itu aturan sebelum kau komentari postingannya Basri Bas (wartawan pembaharuanpost.com) di media sosial (Facebook),” jawabnya.

Terpisah, Bendahara Desa Tompo Tana, Awaluddin yang satu-satunya tersisa dari perombakan aparat desa mengatakan, Rabasia Nutta diketahui telah menggantikan jabatan Ridwan selaku Kasi Kesejahteraan Pemerintah Desa Tompo Tana.

“Sebelumya Ridwan digantikan oleh Rabasia Nutta tanpa jelas apa pelanggarannya dan staf desa lainnya bersama kadus dihentikan,” ungkap Awal Nompo.

“Plt Desa sebelumya dikabarkan telah mengganti sekdes, kadus, dan staf desa tanpa berpedoman pada aturan yang berlaku,” tambahnya.

Sementara Kepala Kecamatan Mappakasunggu, Makkusila mengatakan kalau sampai saat ini belum pernah ada koordinasi Plt Kades terkait perombakan aparatnya, hingga belum ada Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan. “Sampai saat ini mereka belum memiliki SK jadi dia belum bisa menerima gaji,” jelasnya. (*)


div>