SENIN , 20 AGUSTUS 2018

Oknum Pegawai Samsat Bulukumba Diduga Lakukan Penipuan, Legislator Nasdem Ini Minta Aparat Bertindak

Reporter:

Salahuddin

Editor:

Muhammad Alief

Rabu , 08 Agustus 2018 16:20
Oknum Pegawai Samsat Bulukumba Diduga Lakukan Penipuan, Legislator Nasdem Ini Minta Aparat Bertindak

Anggota DPRD Bulukumba, Abdul Kaab

BULUKUMBA, RAKYATSULSEL.COM – Masyarakat Bulukumba saat ini mengeluh terkait ulah pegawai Sistem Adminitrasi Satu Atap atau Samsat Bulukumba yang diduga melakukan tindakan penipuan. Warga sudah membayar sejumlah uang untuk biaya kepengurusan surat surat kendaraan bermotor atau STNK.

Meski sudah membayar, namun STNK yang dijanjikan tidak kunjung ada. Sejumlah warga yang kesal lantaran merasa ditipu pun melaporkan hal tersebut ke kepolisian.

“Kalau dihitung-hitung, jumlahnya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Seharusnya, uang itu masuk ke kas negara, tapi malah masuk ke kantong pegawai Samsat. Aparat hukum harus segera bertindak, apalagi sudah ada laporan yang masuk,” kata Anggota DPRD Bulukumba, Abdul Kaab, Rabu (8/8/2018).

Diketahui, oknum pegawai Samsat Bulukumba yang menjadi terlapor bernama Rivai dan pelapor adalah warga Dusun Kantisang, Desa Balibo, Kecamatan Kindang Basri bin Topo Daming, dengan laporan terkait dugaan tindak penipuan dan penggelapan.

“Terlapor atas nama Rivai, terkait penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp2,4 juta, untuk biaya kepengurusan STNK mobil,” ujar pelapor Basri Bin Topo Daming.

Sementara Kanit Regident Samsat Bulukumba, Ipda Arifin Nu’mang, kepada wartawan mengatakan apa yang dilakukan Rivai tidak ada hubungannya dengan Samsat. Apalagi, status kepegawaian Rivai di Samsat Bulukumba hanya pegawai harian lepas atau PHL.

“Kita sementara mendalami laporannya. Apalagi oknum ini pegawai harian lepas di Samsat Bulukumba, sehingga hari ini bekerja, besok boleh jadi tidak masuk kerja,” terang Ipda Arifin.(*)


div>