SENIN , 10 DESEMBER 2018

Oknum Polisi Jadi Pemodal Bandar Narkoba

Reporter:

Ramlan Makkaratang

Editor:

asharabdullah

Rabu , 17 Januari 2018 10:00
Oknum Polisi Jadi Pemodal Bandar Narkoba

PENYELAHGUNAAN NARKOBA. Tujuh orang tersangka penyelahgunaan narkoba saat rilis kasus narkoba di kantor Polrestabes, Makassar, Jl Ahmad Yani, Selasa (16/1). Satnarkoba Polrestabes Makassar mengaman tujujh tersangka penyelahgunaan narkoba dan satu di antaranya oknum Polisi. RAKYATSULSEL/ZULKIFLI

* Peredaran Dikontrol Napi Lapas Bolangi

 

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Makassar mengungkap sindikat jaringan peredaran dan penyalahguna narkotika yang melibatkan oknum anggota Polri dan narapidana Lembaga Pemasyarakatan Bolangi.

Kasat Resnarkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diary Estetika menerangkan pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil pengembangan sejak Desember 2017 lalu.

Dengan rentang waktu hanya dua bulan Tim Macan Satres Narkoba Polrestabes Makassar berhasil meringkus tujuh orang tersangka jaringan besar peredaran dan penyalah guna narkotika jenis sabu diantaranya seorang perempuan dan oknun polisi.

“24 Desember lalu diamankan tiga orang pelaku, satu wanita dan dua pria dengan barang bukti kurang lebih 9 paket narkoba dengan timbangan digital yang juga kita amankan. Namun telah kami kirim ke Laboraturim Forensik (Labfor),” urai Diary, di Aula Polrestabes Makassar, Selasa (16/1) siang.

Diary menambahkan, dari hasil pengembangan pelaku Arman alias Mando (32) dan seorang permpuan, CI serta Jumakkara’ (43). Tim Macan kembali melakukan penangkapan terhadap salah satu sindikat jaringan narkoba tersebut bernama Ciwang (32) di Jl. Bukit Sejahtera, Kelurahan Parangloe, Kecamatan Tamalanrea dan berhasil mengamankan pelaku berserta sejumlah barang bukti milik pelaku.

Saat dilakuan pengembangan berhasil meringkus Erwin Gani alias Erwin (37) di Jl Sahabat III, Pondok Lasinrang, Kecamatan Tamalanrea.

Dari keterangan Erwin (37), ia mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari salah seorang jaringan bernama Jaffar (33), warga Jl Indah VI, Lorong 3 nomor 35, Kelurahan Panampu, Kecamatan Tallo.

“Pelaku Erwin (37) dan Jaffar (33) menjelaskan jika selama ini mereka diperintahkan oleh salah satu narapidana Lapas Bollangi berinisial HA dan salah satu oknum Polisi Polsek Tamalate Bripka SI,” kata Diary.

Rencanya pihaknya akan melakukan pemeriksaan di Lapas tersebut untuk meringkus napi yang terlibat itu. “Nanti Bollangi kami akan periksa, kalau memang diperkenankan sama Lapas, kami tentunya akan melaksanakan pemeriksaan di sana kalau pun tidak kami akan melakukan pemeriksaan dan tetap akan kami tetapkan sebagai tersangka,” terangnya.

Sementara itu, oknum polisi yang terlibat yakni Bripka SI, menyuplai dana untuk mebeli narkoba sebanyak 1 kilo gram beberapa bulan terakhir sebelum memasuki tahun baru 2018. Rencananya sebanyak 1 kilo gram narkoba jenis Sabu itu nantinya akan diedarkan di Kota Makassar.

“Peranya dia menyalurkan dananya ada total belanja kurang lebih hampir 1 kilo, itu dua atau tiga bulan terakhir sebelum masuk Desember dan sebelum masuk tahun baru,” kata Diary.

Keterlibatan oknun polisi dalam peredaran dan penyalahguna narkoba ini, hanya sebatas sumber dana. Pasalnya setelah dilakukan tes urin Bripka SI negatif tidak menggunakan narkoba. “Untuk tes urin oknum anggota Bripka SI tidak negatif, ternyata dia tidak memakai,” katanya.

Meski demikian, Diary mengaku tidak akan tebang pilih dalam menindak peredaran dan penyalahguna narkoba. Diary mengaku telah melakukan proses sesuai prosedur dan perintah Kepala Kepolisian Resort Kota Besar (Kapaolrestabes) Makassar.

“Tetap kami laksanakan proses, tanpa pandang bulu, sesuai dengan perintah Kapolrestabes tetap proses berjalan sesuai dengan prosedur yang ada,” tegasnya. (*)


div>