RABU , 23 MEI 2018

Oknum Polisi Kedapatan Konsumsi Narkoba

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 04 Mei 2017 11:15
Oknum Polisi Kedapatan Konsumsi Narkoba

Ilustrasi(*)

RAKYATSULSEL.COM – Ulah oknum polisi di Kota Tepian tak patut dicontoh. Betapa tidak, anggota berpangkat brigadir polisi (brigpol) berinisial MY ditangkap Unit Propam Paminal Polresta Samarinda. Oknum polisi yang bertugas di Polsekta Sungai Kunjang itu ditangkap di Jalan Pahlawan, dekat kompleks Pasar Segiri, Kelurahan Dadimulya, Kecamatan Samarinda Ulu, Selasa (2/5) petang.

Belum lama ini, polisi juga mengungkap kasus peredaran narkoba yang dikendalikan Bripka KA, oknum polisi anggota Satresnarkoba Polresta Samarinda. dia kedapatan menyimpan narkoba 46 gram serta uang Rp 61 juta.

Kisah tertangkapnya oknum petugas itu dibenarkan oleh Kapolresta Samarinda Kombes Pol Reza Arief Dewanto yang ditemui awak media, Rabu (3/5). “Kami dari siang hingga malam ada penindakan, dan (yang tertangkap) merupakan anggota Polri,” sebut Reza.

Dari data yang dihimpun media ini, MY merupakan mantan anggota Polres Kutai Timur (Kutim). Dia dimutasi ke Samarinda pada medio 2016. Reza menjelaskan, selama bertugas di Kutim, MY pernah ditindak karena tersangkut kasus yang sama. “Kami pikir sudah bersih, ternyata masih terkontaminasi dengan narkoba,” timpal Reza.

Mantan Kasat Brimob Polda Sulteng itu menjelaskan, saat penangkapan, pelaku tak melawan. Sehingga, nasibnya tak sama seperti Bripka KA yang menerima timah panas di paha kanan dan kiri. Saat diperiksa, di tubuh MY tak ditemukan barang bukti narkotika, namun pelaku mengaku sudah memesan serbuk mematikan tersebut.  Kepada petugas Propam dan Paminal Polresta Samarinda, MY mengaku memesan narkoba dan hanya digunakan untuk konsumsi pribadi. “Itu pengakuan dari dia langsung,” tegas Reza.

Nah, informasi yang diperoleh, ada barang bukti uang bernilai lebih Rp 1 juta. Namun Reza belum mengonfirmasi informasi tersebut. Lanjut dia, jajarannya bakal memantau petugas lain yang terindikasi tersangkut kasus narkoba. “Pasti dilakukan pemeriksaan urine secara acak,” tegas Reza. Disinggung keterkaitan MY dengan Bripka KA, Reza menampik. Hanya, jika terbukti ada jaringan di lingkungan kepolisian, pasti ada tindakan tegas. Minimal pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).


div>