SABTU , 23 JUNI 2018

Oktober, Pelebaran Jembatan Tello Ditarget Rampung

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 15 Juni 2017 12:41
Oktober, Pelebaran Jembatan Tello Ditarget Rampung

Alat berat ekskavator melakukan pengeboran tiang pancang pada pengerjaan pelebaran jembatan sungai Tello, Jl Perintis Kemerdekaan Makassar.ist

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Proyek pelebaran jembatan Tello yang berada di JlPerintis Kemerdekaan direncanakan akan diresmikan bertepatan pada Hari Ulang Tahun (HUT) Sulsel yang ke-58, 19 November 2017 mendatang. Hal itu diungkapkan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo saat meninjau pengerjaan proyek, Rabu (14/6).

“Ini saya sengaja hadir dan melihat seperti apa progres yang ada, saya minta kepada PT Galih Medan Persana sebagai kontraktor dan BBPJN XIII, agar 19 November, bisa diresmikan,” ungkapnya diberitakan Rakyat Sulsel, Kamis (15/6).

Syahrul berharap, pihak kontraktor bekerja keras untuk bisa mencapai target yang telah diberikan. “Kita berharap mereka kerja keras kalau perlu siang malam, dengan adanya teknologi yang ada. Jadi saya cuman memberikan waktu sekitar lima bulan selesai,” tuturnya.

Menurut Syahrul, penyelesaian proyek jembatan Tello ini sudah sangat lama dikeluhkan masyarakat dan sudah banyak menemui kendala. “Tidak mudah, kita melebarkan jembatan karena tanahnya selalu goyang dan lain-lain. Tidak semudah yang kita bayangkan,” ucapnya.

Sebagai informasi, proyek pelebaran jembatan sungai Tello, menggunakan APBN 2015 dengan nilai Rp15 miliar.

Kepala Satuan Kerja (Satker) Jalan Metropolitan BBPJN XIII Amin Hamid mengatakan progres jembatan Tello baru mencapai 28 persen. Pekerjaan pelebaran jalan ini berbeda pada pekerjaan jembatan pada umumnya.
Metode pelaksanaan pelebaran jembatan Sungai Tello ini dinilai cukup rumit. Pasalnya, ada aktivitas pembongkaran jembatan lama ditambah kontur tanah yang basah.

[NEXT-RASUL]

“Sudah tidak ada kendala. Hanya masalah kontur tanah yang agak sulit dipengaruhi faktor alam, apalagi hujan,” tambah Amin.

Amin menjelaskan pengerjaan proyek ini menggunakan metode sheet pile untuk proses pembendungan air di dasar jembatan. Metode sheet pile memang butuh biaya besar dibandingkan bendung tradisional. Dengan cara ini, pier jembatan mampu dikerjakan cepat, sehingga tidak butuh waktu lama untuk proses perampungan.

Amin menyanggupi menyelesaikan pengerjaan jembatan sampai bulan Oktober mendatang. “Kekuatan jembatan kita jamin aman untuk volume kendaraan menjelang arus mudik. Termasuk permintaan Gubernur agar pengerjaannya dikebut sehingga bisa selesai bulan Oktober mendatang,” kata Amin. (***)


div>