JUMAT , 14 DESEMBER 2018

Okupansi Hotel di Makassar Menurun Selama Ramadan

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Selasa , 13 Juni 2017 20:52
Okupansi Hotel di Makassar Menurun Selama Ramadan

Arnava Hotel & Residence. Ilustrasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Selama Ramadhan, okupansi atau pendapatan hotel hanya berkisar 20 hingga 40 persen saja. Hal tersebut diungkapkan Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Makassar, Kwandy Salim, Selasa (13/6)

Menurutnya, capaian tersebut sudah rutin setiap tahunnya dikarenakan kurangnya event yang terselenggara.

“Itu sudah setiap tahun, selama ramadhan pasti turun yang disebabkan kurangnya event, dan palingan yang datang rata-rata pesan ruangan saja untuk meeting,” ungkapnya.

Dirinya mengaku, saat ini berbagai hotel berlomba memasang promo gila-gilaan untuk menarik konsumen seperti paket buka puasa, sahur hingga promo kamar.

“Sekarang kiri kanan pasti pasang diskon, tapi itu salah satu cara manajemennya untuk menarik minat,” tuturnya.

Kendati demikian, Kwandy tidak menampik adanya persaingan diantara hotel-hotel Makassar pasalnya, selama tahun 2016-2017 pertumbuhan pembangunan hotel sangat besar yakni 68 persen.

“Pertumbuhan hotel dimakassar sangat pesat, dan itu bukan okupansi tapi pembangunan hotelnya yang semakin banyak, jadi ini tergantung startegi, dan pelayanan dari manajemen masing-masing untuk mengatasi itu,” bebernya

[NEXT-RASUL]

Lebih jauh, Ia berharap dengan keadaan seperti itu, pemerintah lebih giat lagi dalam mempromosikan wisata Sulsel keluar dan mengadakan event berskala nasional dan internasional

“Pemerintah jangan putus-putuslah dalam mengenalkan wisata kita in, dan membuat event-event berskala nasional hinga internasional supaya orang luar bisa datang ke makassar, dengan itu Otomatis banyak yang nginap dan okupansi hotel terpenuhi, karena kami berharap 80 persen penghuni hotel itu dari luar sulsel,” Tutup Kwandy


div>