JUMAT , 20 JULI 2018

Ombudsman Nilai Bendungan Tommo Dikerja Asal-asalan

Reporter:

Sudirman

Editor:

Lukman

Rabu , 07 Februari 2018 22:45
Ombudsman Nilai Bendungan Tommo Dikerja Asal-asalan

Bendungan Tommo

MAMUJU, RAKYATSULSEL.COM – Pembangunan bendungan yang ada di Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat sampai saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Proyek yang didanai sekitar Rp48,23 miliar pada tahun 2015 oleh Kementerian PUPR itu mengundang pertanyaan sejumlah pihak, salah satunya Ombudsman RI Sulawesi Barat, sebagai Lembaga Pengawas Pelayanan Publik.

Ombudsman menilai, pelayanan yang dapat dirasakan petani atas pembangunan bendungan Tommo dinilai masih nihil, sehingga patut dipertanyakan sebab pembangunannya menggunakan anggaran yang cukup besar.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sulbar, Lukman Umar mengatakan, Bendungan Tommo dibangun guna menjadi sumber pengairan lahan pertanian padi di Kabupaten Mamuju, agar produksi petani meningkat.

Dengan dibangunnya bendungan Tommo, maka sistem pengairan lahan pertanian padi masyarakat pada sejumlah Kecamatan diantaranya Kecamatan Tommo, Sampaga, Papalang dan Kecamatan Pangale, diharapkan lebih maksimal.

“Tujuan dan harapan pembangunan Bendungan ini, agar lahan pertanian dapat memiliki sarana irigasi yang baik sehingga dapat memacu produktivitas pertanian padi di daerah ini. Namun faktanya hari ini justru bertolak belakang jika kita melihat kondisi bendungan itu,” ungkap Lukman, Rabu (7/2).

Lanjut Lukman, Tim Ombudsman RI Sulbar sudah melakukan monitoring untuk melihat langsung kondisi di lapangan, hasilnya, pihaknya melihat sarana dan prasarana bendungan Tommo yang terkesan tidak siap dan asal-asalan.

Olehnya itu, pihaknya akan meminta Satker PJPA WSKKPL SB (Wilayah sungai Kalukku-Karama WS Palu-Lariang Sulawesi Barat) agar menyediakan UPTD khusus pengelola bendungan Tommo agar pemeliharaan bisa lebih maksimal. (*)


div>