MINGGU , 22 JULI 2018

Ombudsman RI Akui Tagihan Fiktif di RS Grestelina Sudah Sering Terjadi

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Jumat , 08 Januari 2016 20:56
Ombudsman RI Akui Tagihan Fiktif di RS Grestelina Sudah Sering Terjadi

int

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Kepala Ombudsman RI Perwakilan Makassar, Subhan Djoer, mengaku sudah menerima dugaan tagihan fiktif yang dilakukan manajemen Rumah Sakit Grestelina, Makassar untuk biaya operasi cesar istri dari Taufiq Lau.

Subhan berjanji, pada Selasa pekan depan (12 Januari 2016) segera menindak lanjutinya laporan dari Taufiq yang juga jurnalis televisi swasta nasional, Metro TV ini. Menurutnya laporan fiktif atau tagihan yang berlebihan sudah sering terjadi. “Kami akan klarifikasi aduan ini ke RS Grestelina, Selasa pekan depan. Kasus seperti ini memang sering terjadi. Tapi baru kali ini mendapat perhatian besar,” tegas Subhan.

Ombudsman sendiri, lanjut Subhan, berharap agar tidak ada kejadian seperti yang dialami Taufik. Menurutnya, pasien atau keluarga pasien berhak mendapatkan informasi alias transparansi dari pihak rumah sakit.

“Sehingga, tak perlu ada laporan-laporan seperti ini. Tapi ini bukan delik aduan. Tanpa ada aduan pun, Ombudsman akan mengklarifikasi hal-hal seperti ini,” kata Subhan.

Sebelumnya diberitakan, istri Taufiq melakukan proses persalinan di rumah sakit yang terletak di Jl Hertasning ini. Namun saat pembayaran ongkos rumah sakit Taufiq heran dengan jumlah tagihan yang disodorkan kepadanya. “Saya merasa tertipu dengan jumlah pembayaran yang harus saya keluarkan,” jelasnya.

Taufiq menjelaskan, berdasarkan pembicaraan awal dengan pihak RS, biaya cesar atau operasi besar Rp10 juta lebih, kamar VIP A Rp800 ribu per malam. Ia menggunakannya selama empat hari, ditambah visite dokter empat hari dan biaya-biaya lainnya.

“Yang harus saya bayarkan adalah sekitar Rp20 jutaan. Tapi ternyata jumlah yang harus saya bayar Rp32 juta lebih. Itupun sebelumnya saya tidak diberi rinciannya. Saya hanya disodori total rupiah yang harus saya bayarkan. Ada beberapa item pembayaran yang tak masuk akal dan saya pertanyakan, namun tak ada kejelasan jawaban,” lanjut Taufiq.

Salah satu yang dipertanyakan Taufik adalah, item Biaya Alkes Operasi. Nilainya Rp3 jutaan lebih. Ada juga item Biaya Medis: Kehadiran Saat Operasi. Nilai tagihannya Rp3 jutaan lebih. “Dan masih ada item lainnya yang saya anggap diluar kewajaran,” terangnya.

Taufiq sendiri menegaskan, tidak akan menuntut pengembalian uang dari RS Grestelina. Ia hanya mendesak agar ada transparansi dari peristiwa yang dialaminya.

“Ini saya lakukan semata-mata menuntut transparansi. Kedepannya juga, saya berharap lewat laporan ini, tidak ada lagi masyarakat yang mengalami. Tidak ada niat juga saya memanfaatkan profesi jurnalis untuk melapor. Catat ini baik-baik, saya hanya menuntut transparansi,” tegas Taufiq.


div>