SELASA , 13 NOVEMBER 2018

Ome Berpeluang Pecundangi Judas

Reporter:

Fahrullah

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 13 Januari 2018 12:00
Ome Berpeluang Pecundangi Judas

Bakal calon Wali Kota Palopo Akmad Syarifuddin (Ome) . (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Hadirnya tiga kontestan di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Palopo 2018 memang sangat kompetitif.

Pengamat Politik Unismuh Makassar, Andi Luhur Prianto menjelaskan, rivalitas Judas Amir (Judas) yang juga Wali Kota Palopo versus Akhmad Syarifuddin Daud (Ome) selaku Wakil Wali Kota Palopo, merefleksikan incumbent di satu sisi dan penantang di sisi yang lain.

“Incumbent selalu punya keuntungan lebih dari setiap kontestasi, tetapi bukan berarti tidak bisa di kalahkan. Kandidat incumbent biasanya bicara tentang prestasi, sementara kandidat penantang (meskipun ia wakil wali kota incumbent) akan menawarkan harapan yang lebih baik,” jelasnya.

Luhur mengatakan, pengalaman di Pilkada Luwu Utara, beberapa waktu lalu, membuktikan wakil kepala daerah bisa mengalahkan sang kepala daerah.

“Salah satu rumus umum yang mengalahkan incumbent dengan menciptakan penantang yang solid dan terkonsolidasi. Situasi seperti itu cenderung menguntungkan kandidat penantang,” terangnya.

Luhur menilai, secara sisi plusnya situasi rivalitas kepala daerah versus wakil kepala daerah, bisa membuat kompetisi menjadi lebih sederhana dan calon yang terpilih akan memiliki legitimasi yang tinggi.

Sementara minusnya adalah pemilih akan terbelah dan dinamika politik kota akan lebih intensif. “Rivalitas Judas vs Ome di Pilwali Palopo 2018 bisa di lihat sebagai persaingan antara mesin birokrasi dan koalisi besar partai politik melawan koalisi kecil partai politik, infrastruktur ormas keagamaan dan juga kekuatan organisasi kepemudaan,” beberanya. (*)


div>