RABU , 22 AGUSTUS 2018

Ome Bisa Optimistis Menangkan Gugatan

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Senin , 30 Juli 2018 20:45
Ome Bisa Optimistis Menangkan Gugatan

Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palopo Akhmad Syarifudin Daud-Budi Sada (Ome Bisa). foto: ist for rakyatsulsel.

Dapat Atensi Khusus dari Ketua MK

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tim pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palopo Akhmad Syarifuddin Daud-Budi Sada (Ome Bisa) optimistis memenangkan gugatan yang tengah berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK).

Apalagi, setelah Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menjatuhkan sanksi pemecatan kepada lima orang Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palopo.

Kuasa Pendamping Pasangan Akhmad Syarifuddin Daud-Budi Sada, Sarma Hadayang, Senin (30/7), berharap keputusan DKPP itu, menjadi bahan pertimbangan utama MK dalam memutuskan sengketa Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Palopo 2018 ini nantinya.

“Kita berharap majelis hakim mempertimbangkan keputusan DKPP yang menjatuhkan sanksi pemecatan kepada kelima komisioner KPU Palopo. Dengan adanya putusan DKPP ini, maka kita beranggapan kalau prosesnya cacat, maka hasilnya juga akan cacat. Dengan demikian kita berharap MK membatalkan pleno hasil rekapitulasi (perhitungan) Pilwalkot Palopo 2018 yang dilakukan KPU menetapkan pasangan Judas Amir-Rahmat Masri Bandaso sebagai pemenang, karena melalui proses yang cacat,” terangnya.

Sarma mengakui, harapan memenangkan sidang gugatan di MK itu, juga diperkuat hasil sidang perdana di Ruang Sidang Panel Satu MK di Jakarta, Jumat (27/7) lalu.

“Sidang perdana Jumat, 27 Juli lalu, dengan agenda mendengarkan laporan gugatan dari pemohon. Sifatnya pembacaan dan Alhamdulillah majelis hakim menerima dan akan melanjutkan gugatan klien kami,” terangnya.

“Kami sangat bersyukur karena Ketua MK Anwar Usman yang memimpin langsung sidang perdana lalu. Ini menandakan gugatan kline kami mendapatkan atensi khusus dan menjadi perhatian Ketua MK,” tambahnya.

Setelah sidang perdana, sidang kedua akan dilaksanakan Rabu (1/8), dengan agenda jawaban termohon dan terkait.

“Kami memasukkan gugatan ini, semata-mata untuk mencari keadilan, karena kami merasa banyak kecurangan yang terjadi di Pilwalkot Palopo 2018 lalu dan klien kami sangat dirugikan,” jelasnya. (****)


div>