SENIN , 18 DESEMBER 2017

Operasi Pasar Belum Efektif, LPG 3 Kilogram Masih Langka

Reporter:

Muhammad Rusman

Editor:

Muh Sophian AS

Jumat , 17 November 2017 21:22
Operasi Pasar Belum Efektif, LPG 3 Kilogram Masih Langka

Communication & Relation Marketing Operation Region VII Makassar, Krisanti Gondokusumo

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – PT Pertamina telah menggelar operasi pasar gas LPG 3 Kilogram selama empat hari untuk mengatasi kelangkaan, sejak Senin hingga Kamis. Namun operasi pasar tersebut belum mampu mengatasi kelangkaan di masyarakat yang sampai hari ini masih terjadi.

“Memang operasi pasar gas elpiji tiga kilogram selama empat hari kemarin belum bisa mengatasi dugaan kelangkaan,” ujar Krisanti Gondokusumo, Commucation & Relation Operation Region VII PT Pertamina Tbk di Makassar, Jumat (17/11).

Meskipun dinilai belum mampu menjawab dugaan kelangkaan akhir-akhir ini, kata dia, minimal sasarannya tepat karena langsung kepada masyarakat kurang mampu.

Operasi pasar gas elpiji bersubsidi ini dilakukan PT Pertamina Region Makassar atas permintaan Pemkot Makassar yang dilaksanakan pada 16 titik untuk 14 kecamatan, minus Kecamatan Sangkarrang.

Krisanti menyebutkan, setiap titik pihaknya menyalurkan 556 tabung setiap hari. “Kita anggap operasi pasar selama empat hari lalu mampu mengurangi kelangkaan di masyarakat,” ujarnya.

Dia mengakui, tingkat penyerapan penggunaan gas LPG 3 Kilogram di Kota Makassar sangat tinggi, bahkan kuota untuk Oktober 2017 sudah tersalur sekitar 84 persen.

Krisanti mengutarakan, mengenai dugaan kelangkaan gas, bukan ranah PT Pertamina melakukan pengawasan atau penindakan. Tetapi PT Pertamina hanya sebagai penyalur atau operator. “Dasar hukum penyaluran mengacu pada Permen ESDM Nomor 26 Tahun 2009 bahwa gas elpiji bersubsidi ini bagi masyarakat berpenghasilan maksimal Rp1,5 juta per bulan. Kemudian kelanjutan operasi pasar ini tergantung dari permintaan pemerintah daerah. Jika dirasa perlu, maka kami siap untuk kembali menggelar operasi pasar,” terangnya.

Menyinggung soal adanya indikasi penimbunan pada tingkat agen maupun pangkalan, Krisanti menegaskan, tidak mungkin terjadi karena monitoring sangat ketat. Namun potensi penimbunan pada kalangan yang ingin mencari keuntungan lebih besar, patut dikhawatirkan. “Tetapi lagi-lagi bukan kewenangan PT Pertamina untuk bertindak,” pungkas dia.

Communication & Relation Marketing Operation Region VII Makassar, Krisanti Gondokusumo menegaskan, bahwa tidak benar PT Pertamina yang menjadi penyebab kelangkaan LPG 3 kilogram. Dia menegaskan, penyaluran kepada 24 agen dan 1.008 pangkalan di Kota Makassar tetap normal yakni 53.000 tabung setiap hari. “Tidak benar kalau dikatakan distribusi dari pertamina yang menurun yang menyebabkan kelangkaan,” ujar Krisanti.

Sesuai ketentuan dari pemerintah, kuota LPG 3 kilogram untuk masyarakat Kota Makassar sebanyak 48.800 metrik ton atau setara 16 juta lebih tabung. “Jadi kuota yang kita salurkan ke agen hingga pangkalan tidak pernah berubah yakni tetap 53.000 buah tabung setiap hari,” sebutnya.

Hanya saja distribusi gas dari agen maupun pangkalan memiliki potensi tidak tepat sasaran. Dimana kalangan pengusaha atau pebisnis seperti rumah makan dan cafe, maupun masyrakat dengan kemampuan ekonomi menengah ke atas, berpotensi sebagai pengguna aktif gas LPG bersubsidi 3 Kilogram ini. Bahkan tidak tertutup kemungkinan kalangan tersebut memborong dengan jumlah banyak sehingga tampak langka. “Saya tidak mau berspekulasi tapi perlu dipertanyakan apakah gas LPG 3 kilogram di Makassar ini (pendistribusiannya) tepat sasaran. Jangan-jangan banyak dipakai oleh warung atau cafe yang berskala besar,” ungkap Krisanti. (*)


Tag
  • LPG Langka
  •  
    div>