SENIN , 24 SEPTEMBER 2018

Operasi Simpatik Incar Pengendara di Bawah Umur

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 02 Maret 2017 09:30
Operasi Simpatik Incar Pengendara di Bawah Umur

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Muktiono. foto: rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Direktorat Lalulintas (Dit Lantas) Kepolisian Daearh (Polda) Sulsel menggelar operasi Simpatik, mulai Rabu (1/3). Operasi yang diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia akan berlangsung hingga 20 hari ke depan.

Direktur Lalulintas (Dirlantas) Polda Sulsel, Kombes Winarto, mengatakan, salah satu pelanggaran yang diincar operasi simpatik yakni pengendara jalan raya yang belum cukup umur.

“Anak sekolahan juga menjadi target kami, karena masih banyak yang belum cukup umur tapi sudah berkendara,” ujar Winarto diberitakan Rakyat Sulsel, Kamis (2/3).

Rencananya, dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan sosialisasi ke beberapa sekolah di Kota Makassar.

“Jadi nanti selama operasi simpatik kita akan ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi dini khususnya batasan umur dalam berkendara,” ucapnya.

Dalam operasinya, anggota Ditlantas Polda Sulsel akan menyebar ke beberapa titik yang dinilai rawan dilalui pelanggar lalu lintas.

“Selama operasi simpatik kita tidak tentukan titiknya di mana, karena sistem yang kita gunakan bervariatif, ada yang mobile ada yang menetap. Jadi, selama 21 hari kita bergerak dengan sasaran yang berbeda-beda,” akunya.

[NEXT-RASUL]

Ia menambahkan, operasi ini lebih mengedepankan edukasi kepada masyarakat bagaimana cara berlalu lintas dengan baik dan benar.

“Jadi kita lebih ke sanksi teguran dan edukasi. Untuk tilang kita akan lihat seberapa besar pelanggaran yang pengendara lakukan,” tambahnya.

Sementara, Kapolda Sulsel Irjen Pol Muktiono mengatakan, dalam operasi simpatik ini, sebanyak 1.200 personil di wilayah hukum Polda Sulsel dikerahkan turun ke jalan.

“Kami fokus untuk menekan jumlah pelanggaran lalu lintas. Jadi, kepada para pengendara akan kita berikan edukasi dini terkait bagaimana berlalu lintas yang baik dan benar,” kata Muktiono. (***)


div>