JUMAT , 20 JULI 2018

Orang Gila Berkeliaran di Parepare, Karena Dinkes dan Dinsos Saling Tunjuk

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Rabu , 06 Januari 2016 18:19

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Orang gila atau gangguan mental di Kota Parepare semakin bartambah dan berkeliaran di dalam Kota Parepare, baik tanpa busana, atau kerap mengganggu orang lain. Mengapa tambah banyak, rupanya Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial saling lempar tanggung jawab untuk mengurusi mereka.

Ditemui secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan, Muh. Yamin, yang merangkap sebagai pelaksana tugas Direktur Utama RSUD Andi Makkasau, mengatakan persoalan orang gila merupakan persoalan orang terlantar yang harusnya didata dan ditangani terlebih dahulu oleh Dinas Sosial sebagaimana prosedur dan tupoksinya.

“Saya tidak ngerti kenapa belum selesai padahal sederhanaji, mari kita laksanakan tanggung jawab sesuai tupoksi masing-masing, saya bisa memfasilitasi sampai di rumah sakit jiwa, hanya saja ini persoalan orang terlantar jadi ini tanggung jawab dinas sosial untuk mendata terlebih dulu,” tegas Muh. Yamin.

Menurut dokter Yamin, harusnya pihak Dinas Sosial terlebih dulu menginventarisir dan melakukan pendataan atas orang gila yang dikategorikan orang terlantar sehingga pada saat sembuh kelak akan mudah untuk mengembalikan ke alamat masing masing.

Sementara Kepala Dinas Sosial Kota Parepare, Muh. Salim Sultan juga balik menunjuk Dinas Kesehatan sebagai penanggung jawab orang gila yang dikategorikan orang sakit.

[NEXT-RASUL]

“Jadi sebenarnya begini, orang gila itu orang sakit jadi setelah penangkapan dari Satpol lada dinamakan Dinas Kesehatan untuk merujuk ke rumah sakit lalu rumah sakit merujuk ke rumah sakit jiwa,” kata Muh.

Salim Sultan yang menegaskan kalau Dinas Kesehatanlah yang memunyai peran dan fungsi untuk menangani orang gila sebagai bentuk penanganan kepada orang sakit.

Lanjut Salim Sultan, setelah ada upaya penyembuhan orang gila tersebut dari Dinas Kesehatan, maka Dinas Sosial memunyai peran dan tanggung jawab untuk mengembalikan orang gila tersebut ke alamat masing masing.

“Nanti setelah sembuh baru fungsinya dinas sosial mengembalikan orang tersebut sebagai kategori orang terlantar,” tandasnya.


div>