SENIN , 23 JULI 2018

Orang Tua Bayi Penderita Hidrosefalus Mendapat Bantuan Duka

Reporter:

Editor:

hur

Jumat , 12 Februari 2016 16:48
Orang Tua Bayi Penderita Hidrosefalus Mendapat Bantuan Duka

int

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kota Parepare akhirnya memperlihatkan bukti kepeduliannya kepada orang tua Magfirah, bayi penderita hidrosefalus (penyakit yang terbentuk akibat gangguan aliran cairan dalam otak), yang meninggal dunia beberapa hari lalu. Kepedulian itu ditunjukkan dengan memberikan bantuan duka berupa uang tunai sebesar Rp 5 Juta.

Bantuan tersebut diserahkan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Aminah Amin, didampingin Camat Bacukiki Barat, Andi Erwin, Lurah Lumpue, Ilham serta Ketua RW Tonrangeng, Sappe, Jumat, (12/2).

Kepala Bagian Kesra, Aminah mengaku, bantuan tersebut adalah bentuk kepedulian Wali Kota Parepare yang tidak sempat hadir karena sementara menghadiri acara di luar daerah.

Aminah minta kepada kedua orang tua Magfirah agar bersabar menghadapi cobaan. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban mereka.

Sebelumnya Wali Kota Parepare, Dr Taufan Pawe menjelaskan, upaya maksimal telah dilakukan Pemerintah Kota Parepare dalam penanganan terhadap Magfira. Sejak masih berusia dua bulan, Magfirah telah mendapat penanganan dari RSU Andi Makkasau Parepare, dan selama itu selalu dipantau kondisinya.

Kata Taufan, dirinya telah memerintahkan Plt. Direktur RSU Andi Makkasau dr Muhammad Yamin untuk memberikan penanganan maksimal kepada Magfirah.

Hanya saja, ujar Taufan kepada wartawan yang menghubunginya via handphone miliknya, perkembangan penyakit Magfirah yang tak kunjung sembuh membuat Pemerintah Kota Parepare kemudian merujuk bayi malang itu ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar.

“Kita rujuk ke RS Wahidin agar bisa mendapat penanganan lebih maksimal untuk penyakit itu. Tindakan operasi juga sudah dilaksanakan. Sayang sekali pascaoperasi, tidak ada perkembangan signifikan, sampai kembali masuk ke RS Andi Makkasau dan akhirnya dirujuk kembali ke RS Wahidin,” jelas Taufan.

Tak hanya Magfirah, dirinya ujar Taufan, juga telah meminta secara khusus kepada jajaran direksi RSU Andi Makkasau untuk memberikan penanganan kepada setiap pasien yang masuk di rumah sakit ini dengan baik dan sesuai prosedur.

Penegasan ini kembali disampaikan Taufan saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke RSU Andi Makkasau beberapa hari lalu. Persoalan peningkatan layanan menjadi inti penegasan Taufan kepada seluruh jajaran pengelola rumah sakit pemerintah itu.

Rumah sakit ini diminta untuk mendahulukan pelayanan dan nyawa pasien ketimbang urusan administrasi. Aturan ini tak hanya ditujukan rumah sakit, tetapi seluruh fasilitas kesehatan pemerintah seperti Puskemas dan Pustu.

Jika ada masyarakat yang datang berobat dan tidak membawa Kartu BPJS kata Taufan, tidak boleh mereka ditolak dengan alasan aturan. “Saya sudah sampaikan instruksi saya kepada Rumah Sakit dengan jelas, BPJS itu urusan kedua, yang penting penanganan dulu diutamakan,” terangnya.


Tag
  • parepare
  •  
    div>