MINGGU , 23 SEPTEMBER 2018

Orang Tua Murid Minta Penambahan Pengajar Autis

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 16 Maret 2017 16:20
Orang Tua Murid Minta Penambahan Pengajar Autis

Kepala SLBN Kota Parepare, Faisal Syarif. foto: luki amima/rakyatsulsel.

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Salah seorang orang tua murid yang anaknya mengalami autis, Muh Islahuddin, mengeluhkan kurangnya tenaga pengajar untuk peserta didik autis di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Kota Parepare. Pasalnya, penanganan untuk anak autis, sedianya bisa lebih intens dan massif dilakukan setiap harinya.

Islahuddin mengatakan, sistem shift yang diterapkan SLBN Parepare, dengan hanya memperoleh penanganan selama satu jam setiap harinya, dan jam yang tidak tetap, dinilai tidak efektif. “Kami berharap pengajar ditambah supaya jadwal belajarnya juga tertib dan teratur,” katanya, Kamis (16/3).

Terkait hal tersebut, Kepala SLBN Parepare, Faisal Syarif, menjelaskan, saat ini pihaknya belum memperoleh penambahan tenaga pengajar, khususnya murid yang mengalami autis. Karena, kewenganan dari segi kebijakan pendidikan di daerah sudah lepas, dan beralih ke Pemerintah Pemerintah (Pemprov) Sulsel.

“Kami terkendala diregulasi. Jadi, untuk sementara, sistemnya satu jam dan individual dengan satu pengajar saja. Karenanya, tidak bisa ditangani secara klasikal. Namun, kami menjamin sistem tersebut tidak mengganggu, karena ada ruangan tersendiri dan ada tenaga khusus,” paparnya.

Faisal mengemukakan, setiap harinya, ada dua murid yang masuk dengan jam yang berbeda. Karena, jelasnya, penekananannya dengan pembentukan pribadi.

“Itupun sudah lumayan dalam penanganannya, dan murdi mampu bertahan. Apalagi, sekarang sisa tujuh murid, yang tadinya berjumlah 12. Ada yang pindah, dan ada yang ditangani orang tuanya sendiri,” ujarnya.

Faisal mengungkapkan, tim dari Pendidikan Khusus Luar Biasa (PKLB) Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, telah melakukan peninjauan dan pencatatan, terkait kebutuhan tenaga pengajar SLB. Namun, sampai saat ini belum direalisasi.

[NEXT-RASUL]

“Mungkin masih sementara transisi, dan tengah dalam pembenahan. Namun, kami berharap setelah adanya peralihan kewenagan tersebut, pihak Pemprov memberikan bantuan sarana dan prasana, utamanya tenaga pendidik,” ungkapnya.

Sedangkan, Kepala Disdik Parepare, Anwar Saad, mengatakan, pihaknya akan membuka formasi guru SLB, untuk penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) berikutnya.

“Insya Allah, kami buka dan sementara membahas maupun membicarakan hal tersebut di pusat,” terangnya.

Terpisah, Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Parepare, Muh Yusuf Nonci, mengatakan, Pemprov melalui Disdik supaya mengupayakan tenaga pengajar untuk sementara waktu. Supaya, katanya, khusus penanganan peserta didik yang autis, tidak ditangani hanya dengan satu orang pengajar saja.

“Para peserta didik yang autis, juga memiliki hak-hak yang sama dengan anak-anak normal lainnya, untuk memperoleh pendidikan,” jelasnya. (***)

 

 


div>