JUMAT , 19 OKTOBER 2018

Orang Yang Mengaku Raja Wajo Sudah Meresahkan Warga, Minta Ditertibkan

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Jumat , 12 Februari 2016 17:50

WAJO,RAKYATSULSEL.COM – Ketua Komisi Satu DPRD Wajo Sumardi Arifin meminta kepada pemerintah untuk menertibkan seseorang yang mengaku keturunan Arung Matoa Wajo, karena dianggap meresahkan masyarakat

“Ketika ada orang mengaku arung matoa tanpa kesepakatan itu adalah pelecahan bagi Masyarakat Wajo maupun terhadap adat istiadat di Wajo,” katanya, Jumat (12/1/16).

Lebih lanjut Sumardi mengatakan boleh saja melestarikan dan mencintai budaya tapi bukan dengan cara menginjak injak adat istiadat masyarakat setempat. Artinya melestarikan budaya haruslah mengikuti adat istiadat setempat.

“Ini perlu di usut apa motif terkait raja palsu yang selalu mencari legitimasi tanpa melihat adat istiadat masyarakat setempat,”katanya.

Makanya Dia minta Pemerintah segera menertibkan orang yang mengaku keturunan Arung Matoa Wajo Tersebut, jika tidak ditindak orang seperti ini akan terus muncul dan hal itu memungkinkan selalu ada sekelompok orang yang secara ilusif mencoba membangun sistem di dalam sistem.

“Ini jadi tugas besar pemeritah untuk memberi pemahaman kepada warga negara melalui civic education’ yang bernilai nasionalisme,” katanya.

Sementara Kepala Kesatuan Badan Politik (Kesbanpol) Kabupaten Wajo AM Yusuf Baharuddin mengatakan dirinya sudah melakukan investigasi dan melakukan teguran kepada orang yang mengaku Aruang Matoa Wajo tersebut.

“Dalam jangka waktu 7×24 jam orang tersebut tidak menarik pernyataannya atau pengakuannya sebagai Raja Wajo maka Kesbangpol Wajo akan merekomendasikan ke polres untuk membubarkannya,”jealsnya.

Sebelumnya ada orang yang mengaku Arung Matoa Wajo dan mendirikan Rumah yang berlokasi di Kelurahan Cempalagi, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo.

Pemiliknya memberikan nama Saoraja Mallawa Baru Langkenna Botting Langi. Saat ditemui , Wanita paruh bayu itu mengaku bernama Hj. Andi Nasira menurutnya, Keberadaan rumahnya itu mendapat dukungan para Raja-raja dibeberapa daerah di indonesia bahkan dari luar Negeri.

 


div>