RABU , 17 OKTOBER 2018

OTT di Lampung Tengah, KPK Tetapkan Pimpinan DPRD Tersangka

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Jumat , 16 Februari 2018 07:00
OTT di Lampung Tengah, KPK Tetapkan Pimpinan DPRD Tersangka

int

RAKYATSULSEL.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah J Natalis Sinaga sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap persetujuan pinjaman daerah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Selain Natalis, penyidik juga menetapkan dua orang lainnya yakni, anggota DPRD Lampung Tengah Rusliyanto dan Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman sebagai tersangka.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan tiga orang tersangka, yaitu TR (Taufik Rahman) diduga sebagai pemberi serta JNS (J Natalis Sinaga) dan RUS (Rusliyanto) sebagai penerima,” kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (15/2).

Dalam kasus ini, Taufik diduga memberikan uang kepada Natalis dan Rusliyanto terkait persetujuan pinjaman daerah kepada PT SMI sebesar Rp 300 miliar, yang rencananya akan digunakan untuk pembangunan proyek infrastruktur dan nantinya akan dikerjakan oleh Dinas PUPR Lampung Tengah.

“Anggota DPRD Lampung Tengah diduga meminta Rp 1 miliar untuk memuluskan persetujuan itu,” papar Laode.

Menurut Laode, untuk mendapatkan pinjaman tersebut, dibutuhkan surat pernyataan yang disetujui atau ditandatangani bersama dengan DPRD Lampung Tengah sebagai persyaratan nota kesepahaman dengan PT SMI.

“Untuk memberikan persetujuan atau tanda tangan surat pernyataan tersebut diduga terdapat permintaan dana sebesar Rp 1 miliar,” papar Laode.

Atas perbuatannya, Taufik disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan Natalis dan Rusliyanto disangka melanggar melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Lampung dan Jakarta pada Rabu (14/2) dan Kamis (15/2). Dalam operasi senyap yang digelar di Jakarta dan Lampung, KPK total mengamankan sebanyak 19 orang.

“Delapan orang diamankan di Jakarta dan 11 orang diamankan di Bandar Lampung dan Lampung Tengah,” terang Syarief.

Adapun para pihak yang diamankan yakni, Bupati Lampung Tengah Mustafa, Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah J. Natalis Sinaga, Anggota DPRD Lampung Tengah Rusliyanto, Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Lampung Tengah Taufik Rahman, Za,RR,IK( Anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah), Sekwan DPRD Kabupaten Lampung Tengah, Kabid PUPR Kabupaten Lampung Tengah, N (swasta/kontraktor), A (swasta)SNW (PNS), ADK (swasta) AAN( PNS), I (staf PU), K ( PNS), dan 1 orang ajudan dan 2 orang sopir.

Mustafa ditangkap pada Kamis (15/2) petang. “Hari ini sekitar pukul 17.00 WIB di Bandar Lampung, KPK mengamankan ajudan Bupati. Setelah itu, tim berkoordinasi dengan Polda Lampung dan sekitar pukul 18.20 WIB Bupati Lampung Tengah sudah bersama tim dan dan kemudian diamankan, lalu dilakukan pemeriksaan awal,” terang Wakil Ketua KPK Laode M Syarief, dalam konferensi pers, di kantornya, Kamis (15/2) malam.

Selanjutnya, usai dilakukan pemeriksaan, Mustafa akan diterbangkan langsung dari Bandar Lampung menuju Jakarta.

“Malam ini akan dibawa ke kantor KPK di Jakarta,” imbuhnya.

Dalam OTT yang dilakukan KPK, Rabu (14/2) malam sempat tersiar kabar jika Mustafa telah diamankan. Namun, ternyata pria yang akan mencalonkan diri menjadi Gubernur Lampung ini masih berkeliaran.

Kamis (15/2) pagi, Mustafa bahkan sempat hadir dalam Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pilkada. Dia mengatakan, jika pada saat kejadian OTT, dirinya sedang melakukan check up kesehatan.

“Alhamdulillah saya sehat dan kawan-kawan bisa liat saya masih hadir kali ini,” jelasnya Kamis (15/2) pagi, di lapangan Saburai Enggal Bandar Lampung.

Dalam kesempatan ini Mustafa meminta awak pers untuk ikut mengklarifikasi berita yang mencatut namanya sebagai salah satu terduga korupsi dalam OTT.

“Saya minta kawan-kawan pers untuk ikut membantu mengklarifikasi tentang berita tersebut karena ini bisa merugikan saya dalam Pilgub 2018,” katanya.

Mustafa mengaku mendukung KPK dalam melakukan OTT. Bahkan dia mengatakan siap menjadi saksi bila diperlukan. “Pada dasarnya saya mendukung penuh KPK,” ungkapnya.

Namun, belum sampai 24 jam kemunculannya, Tim KPK mengamankan dirinya, setelah sebelumnya Tim Lembaga Antirasuah menciduk ajudannya.

(ipp/rdw/JPC)


div>