SELASA , 20 NOVEMBER 2018

Owner MGH Tak Menyangka JHT BPJS Ketenagakerjaan Miliknya Capai Rp 2 Miliar

Reporter:

Al Amin Malliuri

Editor:

Iskanto

Selasa , 23 Oktober 2018 13:16
Owner MGH Tak Menyangka JHT BPJS Ketenagakerjaan Miliknya Capai Rp 2 Miliar

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) wilayah Sulsel menyerahkan  klaim santunan Jaminan Hari Tua (JHT) kepada pemilik perusahaan Makassar Golden Hotel (MGH), sebesar Rp2.080.476.911,-.

Besaran itu diterima langsung oleh owner MGH, Piter Gozal yang diserahkan langsung oleh Deputi Direktur Wilayah Sulawesi Maluku, Sudirman Simamora didampingi Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Makassar, Asri Basir, di Loby Utama MGH, Makassar, Selasa (23/10).

Dalam sambutannya, Piter Gozal bercerita jika dirinya tidak menyangka jika akan ada JHT yang ia terima dengan besaran itu. Bahkan ia mengaku sudah melupakannya.

“Saya kaget saya tidak ingat lagi, wah gede juga yah. Ini lebih besar dari deposito bunganya, itu cukup suprais membantu saya untuk membayar uang sekolah anak,” ujar Piter.

Piter mengaku bersama kedua orang taunya telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sejak tahun 1984. Saat itu, masih berbentuk Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).

Memang besaran itu ada tiga nama yang terdaftar untuk BPJS ketenagakerjaan, diantaranya, Tony Gozal dengan nomor kartu 94W00062081, dengan manfaat JHT sebesar Rp387.329.742,. Selanjutnya atas nama Tenaga Kerja, Emmy Tungraini denga nomor Kartu 95W0012967 menerima manfaat JHT sebesar Rp407.237.539,. Piter sendiri mendapat tunjangan JHT sebesar Rp1.285.909.630,-.

“Surprise! Dari segi pelayanan bagus, saya ke kantor BPJS Ketenagakerjaan mengklaim JHT  pelayanannya kelas dunia bukan karena ada bapak kanwil di sini. Tapi memang pencairannya cepat, cuma kemarin ada masalah di bank saya saja,” ucap Piter.

Sementara itu, Deputi Direktur Wilayah Sulawesi-Maluku, Sudirman Simamora mengatakan dengan ini mampu memicu tingkat kesadaran pemilik perusahaan untuk mendaftarkan diri sebagai keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan.

“Ini mungkin menjadi sebuah edukasi kepada perusahaan di Makassar, bahwa beginilah manfaat JHT jika dimanfaatkan dengan baik. Saya berharap Sulama sadar akan BPJS ketenagakerjaan,” ujar Sudirman.

Sudirman mengaku, kepesertaan di wilayah Selama masih rendah, dan tergolong dibawah target.
“Baru 43 persen. Padahal negara sejahtera harus diatasi 50 persen harus terproteksi pekerjanya di BPJS,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Makassar, Asri Basir juga mengingatkan agar seluruh perusahaan di Sulsel secara sadar mendaftarkan perusahaannya ke BPJS ketenagakerjaan.(*)


div>