SELASA , 17 JULI 2018

Padi di Bacukiki Berwarna Ungu, Varietas Baru, Tanpa Nama

Reporter:

Anastasya

Editor:

Niar

Kamis , 01 Februari 2018 22:04
Padi di Bacukiki Berwarna Ungu, Varietas Baru, Tanpa Nama

int

PAREPARE, RAKSUL.COM- Salah satu kelompok tani di Kampung Abbanuangnge, Kelurahan Watang Bacikiki, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare melakukan uji coba tanaman padi, dengan varietas baru yang diperoleh dari Kabupaten Pinrang.

Uniknya, tanaman padi ini berwarna ungu, tak seperti padi pada umumnya, namun isinya tetap putih. Menurut Pengamat Penganggu Organisme Tanaman (PPOT) Rustam, padi ini biasa disebut galur atau tanaman yang belum memiliki nama.

“Jadi, varietas ini belum memiliki nama, cuma disebut padi Ungu karena tanamannya memang berwarna ungu, mulai dari batang dan daunnya. Tapi, isi berasnya putih,” beber Rustam.

“Waktu itu, saya ke Pinrang lalu melihat padi ini. Jadi, saya tanya petani yang ada di Parepare. Mau tidak padi yang seperti ini, mereka bilang, bawa saja nanti bisa dicoba untuk ditanam,” lanjut Rustam menguraikan.

Sementara Ketua Kelompok Tani Tunas Mekar, Amir mengatakan tanaman padi Ungu ini diuji coba pada lahan seluas 10 hektar are, sebanyak 2.5 kg benih.

“Benih yang ditanam masih sedikit, karena masih uji coba. Nanti kalau sudah panen baru tahu hasilnya seperti apa. Kalau lebih bagus dari varietas padi yang umum ditanam disini, maka kami akan coba kembangkan. Akhir Maret Insya Allah kami panen, setelah panen baru kita bisa bedakan mengenai kualitas padi Ungu ini dengan padi biasa,” paparnya.

Untuk pemeliharaannya pun tidak ribet, pemeliharaan padi Ungu sama seperti pemeliharaan padi pada umumnya, namun harga padi Ungu lebih mahal ketimbang padi biasa.

“Pemeliharaannya sama dengan padi biasa, pupuk yang digunakan pun sama. hanya harga benihnya yang berbeda. kalau padi biasa per kg-nya bisa Rp.8 Ribu hingga Rp. 9 Ribu, sedangkan, padi ungu sekitar Rp. 25 ribu perkilogramnya,” ulasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, luas sawah yang ada di Parepare sekitar 825 hektar dengan jumlah panen 5 hingga 6 ton per hektar sawah. (MP1/Nia)


Tag
div>