SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Pagi yang Memilukan, Bu Guru dan Anaknya Diperkosa, Dia pun Tewas

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Jumat , 10 Maret 2017 11:55
Pagi yang Memilukan, Bu Guru dan Anaknya Diperkosa, Dia pun Tewas

Ilustrasi.

JAKARTA – Kasus perampokan disertai pemerkosaan dan pembunuhan menimpa ibu dan anak di Desa Tateli Satu, Jaga IV, Kecamatan Mandolang, Minahasa, Sulawesi Utara, Kamis (9/3) subuh.

Trinni Mamahit, 54, ditemukan tewas di dalam kamar dengan kondisi mengenaskan. Diduga kuat, mantan guru SMP Tompaso Baru, Minahasa Selatan (Minsel), itu diperkosa lalu dibunuh orang tidak dikenal. Tak hanya itu, anak perempuan kesayangannya berinisial RS alias Mawar, 19, juga dianiaya, lalu ditikam. Mahasiswi tersebut juga diduga telah diperkosa.

Berdasar informasi dari berbagai sumber, baik di lokasi kejadian maupun kepolisian, sekira pukul 04.00 WITA, gadis cantik berkulit putih itu, sedang tidur di dalam kamar. Dia terkejut mendadak ada seorang lelaki di dalam kamarnya.

Saat hendak teriak, dengan cepat pelaku memukul kepala Mawar. Mawar sempat melawan, tetapi pelaku terus memukul wajah dan kepalanya, lalu menelanjanginya.

Merasa akan diperkosa, Mawar kembali melawan. Namun, pelaku kembali menganiayanya, bahkan menikam punggungnya. Mawar kemudian jatuh pingsan.

Diduga kuat, setelah beraksi, pelaku pindah ke kamar korban Trinni. Di sana, pelaku melanjutkan aksinya. Trinni dianiaya, ditelanjangi, lalu diperkosa. Lantas, dibunuh.

Pagi hari, Mawar sadar dari pingsan. Mahasiswi semester IV itu keluar dari rumah dan minta tolong ke Setyobudi, 56, operator PT Kinstone Sulutindo, yang kebetulan saat itu berada di pos penjagaan perusahaan tersebut.

[NEXT-RASUL]

Kepada Setyobudi, korban menyampaikan bahwa dirinya telah diperkosa dan ibunya dibunuh orang tidak dikenal.

”Saya bertemu Mawar yang sudah dalam kondisi penuh luka memar di wajah dan hanya memakai handuk. Saat itu Mawar mengatakan rumahnya disatroni maling dan sudah membunuh ibunya serta menganiayanya,” jelas Setyobudi.

Mendengar pengakuan dari Mawar, Setyobudi menginformasikan kejadian itu ke Babinsa di Desa Tateli. Setelah itu, babinsa bersama warga sekitar langsung menuju lokasi kejadian. Di sana, mereka mendapati Mawar sudah pingsan di teras rumah.

Saat itu juga, Mawar dilarikan ke RSUP Kandou Manado untuk mendapat perawatan medis. Sedangkan Babinsa dan warga lainnya memeriksa rumah tersebut.

Betapa terkejutnya mereka ketika mendapati Trinni sudah meninggal di tempat tidur. Diduga Trinni dibunuh dengan cara dicekik dan mulutnya disumpal pakai jaket. Di leher ibu dua anak tersebut ditemukan luka memar.

Ketika dikonfirmasi, Kapolresta Manado, Kombes Pol Hisar Siallagan, menyatakan, pihaknya sudah berada di lokasi kejadian dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sedangkan beberapa saksi sudah dipanggil untuk diperiksa.

”Kami menerima laporan di mana di Desa Tateli terjadi kasus dugaan 365, pencurian dan kekerasan, hingga kehilangan nyawa seorang ibu yang diduga diperkosa lalu dicekik. Anaknya dianiaya, diduga juga diperkosa,” ujarnya.

Barang yang hilang untuk sementara baru handphone. ”Pelaku diduga lebih dari 1 orang dan sementara dilacak K9 Polda Sulut,” jelas Siallagan. (jpg)


div>