SENIN , 28 MEI 2018

Pajak Sarang Burung Walet Tak Produktif

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Kamis , 03 Mei 2018 11:08
Pajak Sarang Burung Walet Tak Produktif

Ilustrasi

*Bapenda Target Rp 100 Juta Per Tahun

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kota Makassar dalam hal ini Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mengeluhkan tidak produktifnya pajak sarang burung walet. Meski pajak sarang burung walet menjadi kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun masih dikategorikan paling rendah.

Kasubbid Pajak Restoran Bapenda Kota Makassar, Andi Ahkam Syarif mengatakan, biasanya produksi sarang burung walet bisa sampai dua kali dalam setahun. Namun lantaran kurang produktif, hanya bisa sekali dalam setahun.

“Burung walet inikan sifatnya memproduksi, nanti dia menghasilkan baru bayar pajak. Tapi rata-rata di Makassar kurang produktif dibanding dengan daerah lain. Daerah lain itu biasanya dua kali setahun produksi, tapi kalau di Makassar hanya sekali,” kata Ahkam, Rabu (2/5).

Ia mengaku, rata-rata sarang burung walet berproduksi hanya pada triwulan ketiga, sehingga dia memastikan untuk triwulan pertama dan kedua tidak ada pendapatan untuk pajak sarang burung walet.

“Biasanya kita ada pemasukan di bulan September. Di bulan itu mereka (wajib pajak) baru melakukan pembayaran, karena disitu mereka biasanya baru panen,” lanjutnya.

Untuk meningkatkan jumlah pendapatan, dia berupaya untuk memaksimalkan wajib pajak yang telah ada untuk lebih tepat waktu dan tepat jumlah. Selain itu, juga menyasar wajib pajak baru yang belum terdata di Bapenda.

Ia menargetkan tahun ini capaian pajak sarang burung walet bisa mencapai Rp100 juta. “Tahun ini target Rp100 juta, kita optimistis, makanya kita gencar melakukan sosialisasi kepatuhan wajib pajak, agar mereka bisa membayar tepat waktu dan tepat jumlah,” jelasnya.

Sementara Kepala Bidang Pajak I, Ibrahim Akkas mengatakan, salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan jumlah pajak yaitu dengan memaksimalkan pelayanan yang ada, sebab pelayanan perpajakan hingga saat ini masih dikeluhkan.

Untuk itu, penting baginya rutin melakukan sosialisasi kepada wajib pajak agar mereka taat dan patuh dalam bayar pajak. (*)


div>