SENIN , 22 OKTOBER 2018

“Pak Anton, di Sulsel Banyak Narkoba”

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Sabtu , 16 April 2016 09:00
“Pak Anton, di Sulsel Banyak Narkoba”

int

MAKASSAR,RakyatSulsel.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan mutasi perwira. Sesuai surat telegram Polri bernomor ST/936/IV/2016 tertanggal, Kamis (14/4), lima Polda kini ditempati pejabat baru.

Dalam surat telegram ini, nama Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Anton Charlian bergeser dan resmi menjabat Kapolda Sulselbar menggantikan Irjen Pol. Pudji Hartanto yang kini menjabat sebagai Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.

Irjen Pol Anton mengatakan jabatan baru sebagai Kapolda Sulselbar adalah amanah. “Tentunya saya akan senantiasa siap karena itu adalah keputusan pimpinan,” ujarnya.

Tentunya ada banyak masalah hukum yang harus diselesaikan Anton sebagai kapolda Sulselbar yang baru. Diantaranya kasus narkoba dan begal yang kerap mengancam keamanan masyarakat.

Sulsel bahkan menempati peringkat 11 dari seluruh provinsi yang jumlah tangkapan narkobanya paling besar. Sehingga pemberantasan narkoba bukan hanya BNN saja yang terlibat. Tapi harus ada sinergitas dengan pemerintah dan instansi terkait.

[NEXT-RASUL]

Anggota Komisi A DPRD Sulsel, Arum Spink mengatakan dengan adanya pergantian Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulselbar yang baru akan melakukan perbaikan dalam internal kepolisian.

Menurutnya, masalah yang paling utama harus dibasmi di Sulsle adalah narkoba. Dan ia masih percaya dengan pihak kepolisian untuk tetap memberantas narkoba di Sulsel.

“Mudah-mudahan saja dengan adanya pergantian Kapolda Sulselbar yang baru akan membenahi internal kepolisian di Sulsel. Saya harap Kapolda yang baru nantinya akan membersihkan internal dulu baru kembali akan bertindak secara luas,” tandasnya.

Sementara Pakar Hukum Inibos Prof Marwan Mas mengatakan, hal paling penting yang harus diselesaikan Kapolda baru di Sulselbar adalah masalah korupsi yang saat ini lagi mangkrak di penyelidikan Polda.

Kasus korupsi yang harus diselesaikan Anton, kata Marwan Mas, antara lain kasus pengadaan lahan di lapangan terbang di Mangkendek Tana Toraja. Ada perbedaan persepsi antara penyidik dengan kejaksaan tinggi. Dimana pihak kejaksaan menganggap tidak ada perbuatan melangar hukum padahal kasus ini sudah di supervisi KPK.

“Justru KPK menganggap ada perbuatan melawan hukum. Jika tidak tuntas, sebaiknya KPK mengambil alih kasus itu dan dibawa kepengadilan,” ujarnya.

[NEXT-RASUL]

Selain itu, lanjut Marwan Mas, kasus narkoba yang kian marak terjadi di Sulsel. Menurut dia, kasus narkoba bukan hanya menyeret masarakat muda, melainkan justru aparat seperti TNI dan kepolisian.

“Saya kira Sulsel sudah darurat narkoba, bukan karena masuknya barang haram ini ke Sulsel, tapi ternyata aparat sudah terlibat seperti TNI dan kepolisian. Apalagi terbaru yang ditangkap justru komandan kodim di Makassar,” jelasnya.

Bukan hanya itu, kasus begal yang marak di Makassar juga harus diselesaikan. Kasus begal bahkan sudah menjadi momo warga Kota Makassar. Hal ini harus segera diantisipasi.

“Dan saya pikir Pak Anton sudah memiliki kiat-kiat tertentu untuk menuntaskan kasus-kasus yang ada di Sulsel seperti korupsi, narkoba dan begal,” jelasnya.

Pengurus ACC Sulsel, Wiwin Suwandi, berharap kepada Kapolda Sulselbar yang baru, agar menyelesaikan kasus korupsi yang mandek di tangani jajaran Polda Sulselbar selama beberapa tahun terakhir ini.

[NEXT-RASUL]

“Masih banyak kasus korupsi yang mandek, tak bisa diselesaikan dan dituntaskan oleh Polda Sulselbar sehingga kapolda yang baru ini bisa menyelesaikan persoalan ini,” ujarnya saat dikonfirmasi via telepon.

Menurutnya, saat ini banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang harus diselesaikan oleh Kapolda yang baru, agar memberikan efek jerah kepada para koruptor di Sulsel.

“Saat ini masih banyak PR yang harus dituntaskan Kapolda baru, tak hanya berkaitan kotupsi namun, berkaitan narkoba, HAM dan aksi mahasiswa,” tuturnya.

ACC menilai sejak beberapa kali pergantian Kapolda, jumlah kasus korupsi tak bisa diselesaikan. “Kami menilai kasus korupsi yang ditangani polda selalu jalan ditempat. akibat pergantian kapolda, dari beberapa yang digantikan, kasus korupsi tak satupun diselesaikan,” ungkapnya.

Wiwin menambahkan, besar harapan, dirinya mewakili ACC Sulsel untuk kapolda yang baru menuntaskan kasus-kasus yang masih berada di tangan Polda Sulsebar.

“Ini memang tantangan terberat, namun harapan kami kapolda yang baru menyelesaikan permasalahan ini. karna kasus korupsi sudah bertumpuk di meja polda Sulselbar,” tutup Suwandi. (E)


div>