RABU , 21 NOVEMBER 2018

Pak Gubernur, Sehatkah Anda?

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Kamis , 01 November 2018 22:31
Pak Gubernur, Sehatkah Anda?

Mulawarman

–SEORANG PEMIMPIN WAJIB SELALU TERLIHAT KASAT MATA–
(NIXON)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pak Gubernur, tidak sedikit rakyat Sulawesi Selatan (Sulsel) meragukan kesehatan anda menjelang pemilihan gubernur (pilgub) lalu. Dan bukan rahasia umum, keraguan itu hadir karena rakyat atau publik melihat cara Anda berbusana. Menilik dibagian kerah kemeja anda yang selalu terkancing ketat di leher, adalah sebuah pemandangan yang agak aneh kelihatannya bagi sebagian orang. Selain itu, anda memang terlihat tidak sehat.

Tetapi itu sekedar keraguan karena tidak sampai pada kesimpulan anda benar-benar sakit, sehingga vonis sakit atau tidak sehat, tidak dijatuhkan pada anda. Finalnya Tim Dokter KPU Sulsel menyatakan Anda sehat, sehingga Anda bisa dan sah ikut menjadi salah satu Calon Gubernur Sulsel, bahkan anda terpilih menjadi orang nomor satu di Sulsel. Itu, karena jargon anda di Pilkada. Anda pekerja keras, ulet dan dekat dengan rakyat karena selalu turun lapangan temui rakyat.

Meski sebelumnya rakyat Sulsel sempat mempertanyakan kondisi kesehatan anda yang kemudian dinyatakan sehat oleh Tim Dokter KPU Sulsel, rupanya tak berlangsung lama. Karena rakyat kembali meragukan kesehatan Anda, ketika Anda mengingingkan Helikopter untuk anda pakai keliling Sulsel dan menyerahkan seluruh tugas anda sebagai gubernur kepada Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) yang anda bentuk.

Tak sanggupkah Anda lakukan kunjungan kerja ke daerah atau kabupaten, jika memakai kendaraan darat? seperti yang dilakukan kebanyakan Gubernur Sulsel sebelumnya, bahkan di Indonesia. Mungkinkah karena kesehatan fisik anda tak mampu lagi?

Karena jika Anda pekerja keras, ulet dan dekat dengan rakyat, anda tentu akan memilih kendaraan darat dalam melakukan kunjungan kerja ke daerah. Sebab, dengan kendaraan darat, anda bisa lebih dekat dengan rakyat sehingga tahu keinginan rakyat. Bayangkan jika Anda memakai kendaraan darat kunjungan kerja ke Parepare, anda bisa berkesempatan bertemu rakyat Maros, Pangkep dan Barru secara formal dan non formal, spontan maupun terencana.

Pak Gubernur, tidak sanggupkan anda bekerja 9 jam setiap harinya di kantor gubernur, sebagai gubernur? Sehingga hampir semua tugas dan wewenang anda sebagai gubernur, anda serahkan ke Tim TP2D yang anda bentuk untuk membantu Anda, tetapi ternyata hanya untuk menggantikan anda.

Pak Gubernur yang kata pendukungnya adalah Prof Andalan. Sadarkah anda, kalau Anda telah memberi peluang kepada TP2D mengkudeta Anda? Sebab, secara sadar anda telah memberikan hampir semua kewenangan yang diberikan oleh UU ke anda, tapi malah anda berikan ke TP2D, itu terlihat di Diktum 2 tugas TP2D khususnya Diktum 2 dan 3.

Di 2 Diktum itu, ada kewenangan dan tugas pokok serta fungsi Bappeda, Balitbangda, bahkan Inspektorat. Bahkan kalau dicermati diktum 2 tugas TP2D itu, semua memiliki kaitan dengan tugas pokok SKPD teknis.

Prof Andalan, anda mungkin panik dengan kondisi kesehatan Anda yang tidak bisa bekerja 9 jam sehari sebagai Gubernur Sulsel. Anda itu, sadar atau tidak sadar, telah menciptakan kekacauan di kantor Anda. Kekacauan itu, kini seperti api dalam sekam yang sewaktu-waktu akan membakar Anda.

Di dalam kantor anda, sudah banyak yang memprotes kerja TP2D karena honor SKPD pun diaturnya dan terkenal dengan kalimat, “kan anda gak mati kalau gak dibayar sekarang”.

Belum lagi soal Tim TP2D yang seenak perutnya meminta Sekretaris Dewan di DPRD Sulsel menghadap untuk diberi tugas! Apakah anda sadar telah menciptakan kekacauan? karena menciptakan dualisme fungsi antara TP2D dengan SKPD. Itu akan membakar habis anda, karena SKPD saat ini telah merasa anda sepelekan, bahkan anda lecehkan.

Sebagai Gubernur Sulsel yang terkenal dengan jargon Professor Andalan, jelas meragukan kemampuan aparat anda dan juga meragukan kesetiaan aparat anda, yang di SKPD-SKPD itu.

Apakah anda lupa, sebodoh-bodohnya SKPD itu, mereka pasti tau tugas pokoknya dibanding professor, apalagi lurah dan resepsionis hotel melati yang menjadi anggota TP2D, yang hanya bergerak di tataran teori dan seputar kelurahan dan hotel kelas melati.

Prof Andalan, tahukah anda jika suatu waktu tim TP2D anda membuat kesalahan dalam memberi saran dan masukan serta membuat kebijakan? yang jadi korbannya jelas dan pasti adalah SKPD anda.

Aparat penegak hukum, tentu tidak akan menuntut TP2D, tetapi SKPD sebagai objek pengawasan legislatif maupun publik yang akan terperiksa.

Jadi, izinkan saya bertanya ke KPU Sulsel, sehatkah Gubernur Sulsel? atau saya bertanya langsung ke Pak Gubernur lewat tulisan pendek yang tidak bermutu ini. PAK GUBERNUR, SEHATKAH ANDA? (*)

Catatan Kritis 2
Oleh : Mulawarman
Penggiat Sosial


div>