SENIN , 19 NOVEMBER 2018

Pakar Bilang Belum Tentu Berkualitas

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 05 Desember 2016 10:36
Pakar Bilang Belum Tentu Berkualitas

Alinuddin Ilmar

RakyatSulsel.com -Pakar Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Alimuddin Ilmar mengingatkan anggaran Pilkada mesti diverifikasi secara detail. Pasalnya, kata dia, usulan anggaran Pilkada mengalami kenaikan signifikan.

“Anggaran Pilkada yang membengkak hingga tiga kali lipat itu mesti diverifikasi secara benar, jangan sampai anggaran yang diajukan itu tanpa melalui kajian yang jelas,” kata Ilmar.

Menurut Ilmar, salah satu yang mesti mendapat verifikasi secara benar adalah mengenai jumlah data pemilih. “Data pemilih itu mesti jelas, karena kan saya melihat usulan anggaran itu banyak sedikitnya dipengaruhi oleh data jumlah pemilih,” ujarnya.

Ia menambahkan, anggaran Pilkada dan Pilgub yang mengalami kenaikan tersebut bisa memicu gejolak pada program pemerintah daerah baik yang ada di provinsi maupun didaerah yang sedang akan mengalami Pilkada.

“Saya pikir anggaran tersebut akan menekan anggaran pada program prioritas yang akan direncanakan oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, dan ini sangat riskan terjadi kemandekan,” ungkapnya.

Sebagai contoh, kata dia, Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah provinsi mengalami penurunan 50 hingga 70 persen. Oleh karena itu, kata Ilmar, jika anggaran Pilgub tidak dihitung secara teliti dan benar maka akan sangat berdampak terhadap program kegiatan pemerintah provinsi yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

[NEXT-RASUL]

“Jangan sampai karena anggaran Pilkada yang membengkak program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat yang ada di pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota dipinggirkan, apalagi kan saat ini DAK pemerintah provinsi telah mengalami penurunan yang cukup signifikan,” terangnya.

Lanjut, Ilmar mengatakan anggaran Pilkada seperti Alat Peraga Kampanye (APK) mesti dipertimbangkan untuk dikurangi. “Kalau saya, APK yang disediakan oleh KPU pada Pilkada itu jangan terlalu banyak dianggarkan, karena saya kira APK itu juga tidak terlalu efektif,” pungkasnya.

Sementara Pakar politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Adi Suryadi Culla berharap Pilkada serentak 2018 dapat memberikan kualitas dalam pelaksanaanya. Karena menurut dia, dengan usulan anggaran pesta demokrasi itu hampir semua naik tiga kali lipat.

”Kita berharap pilkada serentak tak sekadar demokrasi, namun memberikan kualitas yang mumpuni dalam demokrasi kita khususnya di Sulsel,” tuturnya.

Akademisi Unhas ini menambahkan, saat ini hampir semua wilayah ketika melaksanakan pilkada rentang pertikaian juga konflik. Tak hanya itu, lanjut dia, masalah finansial sangat sensitif bahkan menjadi penghambat.

“Jadi kita inginkan sekarang bagaimana pilkada bisa lahirkan pemimpin ideal yang memikirkan nasib dan kesejahteraan rakyat,” harapanya.

[NEXT-RASUL]

Ia menilai anggaran pilkada setiap kabupaten/kota sangat fantastis sehingga mengganggap sangat berlebihan jika usulan tersebut sepenuhnya diakomodir oleh pihak pemerintah. “Anggaran sangat tinggi, ini berlebihan menurut saya,” pungkasnya. (ian-yad/C)


div>