SENIN , 21 MEI 2018

Pakar ITB: Instalasi Pengolahan Air Nusantara Dipuji Asing

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 20 Januari 2015 22:25
Pakar ITB: Instalasi Pengolahan Air Nusantara Dipuji Asing

Pakar dan penemu IPA Nusantara saat berada di Instalasi PDAM Kota Bogor Dekeng I dan II, Selasa (20/01).

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Di tengah maraknya perpolitikan ditanah air, ternyata pakar-pakar Indonesia bisa melahirkan inovasi baru dalam pengolahan air bersih secara modern, berbiaya murah dan bisa diterapkan dengan mudah di seluruh Indonesia.

“Temuan kami, Instalasi Pengolahan Air (IPA) Nusantara.  Jauh lebih bagus dibandingkan dengan inovasi pakar-pakar luar negeri, bahkan kita terdepan dalam temuan baru ini,” jelas pakar Water Technology dari ITB yang juga salah seorang penemu IPA Nusantara  Mohajit dalam rilis yang dikirim ke Rakyat Sulsel, Selasa (20/01).

Bersama pakar lainnya dari ITB Bagus Budwatoro, Haryo U.Kustianto dan Hasan Bachri, Mohajit menjelaskan,  tekhnologi yang digunakan dalam IPA ini ditujukan untuk menambah kapasitas produksi air bersih yang dikelolah oleh PDAM.

“Dengan luas area produksi yang sama, tekhnologi IPA Nusantara dapat memproduksi air bersih hingga 3 kali lipat. Dan teknologi ini diakui oleh pakar-pakar dari luar negeri,” terang alumnus  Post Doctoral, Engineering Biology and Biotechnology, University of Karlsruhe, FR Germany ini.

Bagus Budwatoro yang juga merupakan salah seorang penemu IPA Nusantara menjelaskan,  teknologi anak bangsa ini hingga saat ini sengaja tidak dipatenkan. Tujuannya, dapat diimplementasi secara luas diseluruh Indonesia.

“Meskipun banyak yang ingin membeli patennya tapi kami tidak mau mempantenkan. Kami ingin tekhnologi ini digunakan secara terbuka oleh bangsa Indonesia,” terang pakar Pipeline ITB ini.

Bagus menginformasikan,  IPA Nusantara ini telah diimplementasi oleh PDAM Kota Bogor, Pangkal Pinang dan Bali.

Keinginan agar teknologi anak bangsa Indonesia dapat tersebar luas keseluruh Indonesia, sudah tentu harus mendapat dukungan dari berbagai pihak terutama Pemerintah.

Sementara itu, Kepala Bagian Produksi Dekeng PDAM Kota Kota Bogor Adi Gunadi menjelaskan, dengan sistem Uprating menggunakan teknologi IPA temuan pakar ITB tersebut, maka fasiltas yang ada sebelumnya tidak berubah.

“Hanya sedikit modifikasi dan hasilnya berbeda jauh dengan sistem konvensional,” terangnya.

Dijelaskan, jika menggunakan teknologi konvensional maka air bersih yang dihasilkan 400 liter/detik. Sedangkan menggunakan IPA ini bisa mencapai titik maksimal 1200 liter/detik.

“Tapi secara rata-rata kami hanya menetapkan 1000 liter/detik sehingga tidak terlalu overload,” jelasnya.

Ditambahkan,  dengan adanya tekhnologi baru di sistem IPA ini, pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Bogor dapat terpenuhi.

“PDAM Kota Bogor hampir tiap tahun masuk kelompok tiga besar PDAM tersehat seluruh Indonesia,” tutup Adi.


Tag
  • PDAM
  •  
    div>