SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

Pakar Nilai Job Fair Disnaker Makassar ‘Tumpul’ Tekan Angka Pengangguran

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 27 April 2017 20:04
Pakar Nilai Job Fair Disnaker Makassar ‘Tumpul’ Tekan Angka Pengangguran

ILUSTRASI

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kota Makassar mulai dibelit masalah kenaikan angka pengangguran. Itu tak lepas dari jumlah pencari kerja di kota yang tiap tahun cenderung naik.

Pakar pemerintahan Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar, Andi Lukman Irwan, menyebutkan, program job fair yang dilakukan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Makaassar setiap tahun merupakan program klasik yang tak mampu menekan angka pengangguran di Kota Makaassar.

“Pasalnya, setiap tahun dilakukan, hanya sebatas seremoni untuk merealisasikan program kerja. Dari dulu itu,  sementara pengangguran meningkat. Program itu tumpul untuk menekan angka pengangguran di kota ini,” ujarnya saat dikonfirmasi via seluler Kamis (27/4).

Seperti diketahui, berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Makassar tahun 2016, dari 1,7 juta jiwa penduduk Makasar, 6,64 persen atau 71.306 jiwa diantaranya masih berstatus pengangguran.

Sedangkan angkatan kerja di Kota Makassar, mencapai 12.2 persen setara dengan 526.000 jiwa dengan jumlah pencari kerja sebesar 120.000 jiwa. Dinas Tenaga Kerja sendiri masih punya pekerjaan berat dalam mengurangi angka pengangguran.

Dijelaskan, beberapa upaya dilakukan Disnaker Makassar, untuk mengurangi beban sosial ini, meski hasilnya sebenarnya tak signifikan. Bahkan ia menilai program seperti pengentas pekerja dibawa umur dan PHK hanya sebatas ucapan belaka.

“Secara rutin digelar job fair dua kali setahun. Upaya itu bisa mengurangi pengangguran sekira beberapa persen saja. Bahkan pengangguran prang berpendidikan merajalela, belum lagi yang lang tamat SMP dan SMA,” katanya.

[NEXT-RASUL]

Selain itu, ada beberapa langkah lain, seperti menggelar pelatihan kewirausahaan baru, pemagangan dan penempatan tenaga kerja. Ketika disinggung apakah program bursa kerja job fair bisa dikatakan gagal karena tak mengurangi pengangguran secara signifikan? Irwan Lukman mengiyakan.

“Iye gagal karena, tak mengurangi pengangguran secara signifikan,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Disnaker Makassar, Irwan Bangsawan, mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan sebagai wujud antusiasme pihak Perusahaan serta para pencari kerja Kota Makassar dengan melibatkan 90 perusahaan di Kota Makassar.

“Dari 50 stand yang di siapkan di Mall GTC Makasar. Antusiasme para pencari kerja sangat tiggi, dan banyak yang telah antri sebelum loket pendaftaran dibuka,” ujarnya.

Irwan menyebutkan job fair yang berlangsung selama dua hari ini diharapkan mampu mengurangi pengangguran di Kota Makassar.

“Kita targetkan kegiatan job fair ini bisa menyerap sebanyak 5.000 sampai 6.000 orang,” jelasnya. (***)


div>