RABU , 17 OKTOBER 2018

Pakar: Pertumbuhan Ekonomi 2016 akan lebih baik

Reporter:

Editor:

hur

Selasa , 05 Januari 2016 10:03

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan tahun 2015 secara Year on Year, diprediksi akan sedikit lebih tinggi dari 2014, yaitu sekitar 7,7 persen. Meskipun di awal triwulan sempat jatuh dengan signifikan, namun memasuki triwulan III, pertumbuhan ekonomi mulai membaik.

Hal tersebut diungkapkan oleh Pakar Ekonomi sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin, Dr Marsuki DEA, Selasa (5/1) saat dikonfirmasi via seluler.

“Membaik karena telah sejalan dengan arah beberapa indikator seperti makro ekonomi yang mulai membaik yaitu konsumsi, khususnya konsumsi pemerintah dan termasuk investasinya,” ujar Marsuki.

Dijelaskan, sektor ekonomi produktif yg tumbuh membaik, terjadi pada perusahaan dan kesehatan, transportasi dan pergudangan, PHR, jasa keuangan dan pendidikan. Sedangkan sektor pertanian dan industri pengolahan mengalami penurunan, akibat kegiatan ekspor dan impor yg melemah.

“Termasuk karena adanya persoalan musim kemarau dan penghujan yang melemahkan pertumbuhan sektor pertanian,” lanjutnya.

Walaupun demikian, menurutnya, perekonomian Sulsel tetap punya prospek yg baik hingga akhir tahun 2015 ini. “Persoalan mendasar tentang pembangunan yang berkelanjutan masih menjadi persoalan daerah ini, tercermin dengan masih tingginya jumlah orang miskin dan pengangguran serta semakin parahnya ketidakmerataan pendapatan masyarakat.

“Seperti ditunjukkan oleh nilai gini ratio yang sudah mencapai 0,45, yang menunjukkan nilai semakin tinggi,” tuturnya.

Selain itu, untuk 2016, tidak dapat dipungkiri keadaan perekonomian masih belum pasti akan membaik, jika memperhatikan pengaruh global yang belum menentu, perekonomian China belum membaik, harga komoditas ekspor unggulan Sulsel belum membaik, nilai tukar yang belum dapat diprediksi stabil, karena kemungkinan besar AS akan menaikkan suku bunga acuan kebijakan moneternya (the Fed rate), belum lagi memperhitungkan dampak negatif MEA yang sudah akan efektif berlaku pada awal Januari 2016 ini.

“Sehingga prospek perbaikan perekonomian sangat tergantung dari kemampuan mengoptimalkan potensi sektor produktif dalam negeri serta semakin baiknya manajemen kebijakan ekonomi pemerintah. Jika tidak, maka arah kebijakan ekonomi Nasional dan Sulsel khususnya pada 2016 tisak akan banyak berubah seperti 2015 ini, yakni hanya dalam kisaran 7,5-8,0% saja,” klaim Marsuki.


div>